Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fakta dan Mitos HIV/AIDS: Benarkah Diderita Seumur Hidup?

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 28 Mei 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS.
Ilustrasi HIV/AIDS.

TUBAN-Banyak stigma negatif tentang HIV/AIDS sebagai penyakit yang menginfeksi dan merusak sel–sel imunitas tubuh.

HIV/AIDS yang menyebar di masyarakat membuat penanganannya terhambat.

Dilansir dari my.clevelandclinic.org, organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan, HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang paling utama dan telah merenggut 40,4 juta jiwa dan terus menular secara global.

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah sebuah penyakit yang menginfeksi dan merusak sel – sel imunitas tubuh.

Penyakit ini melemahkan sistem kekebalan tubuh terhadap segala jenis penyakit.

Sedangkan acquired immune deficiency syndrom (AIDS) adalah kondisi tahap akhir dan sangat serius ketika HIV telah menginfeksi tubuh.

Orang dengan AIDS dapat dikatakan sistem kekebalan tubuhnya telah rusak parah.

Laman sehatnegeriku.kemkes.go.id menyebut penularan HIV/AIDS di Indonesia cenderung tinggi.

Hal ini disebabkan dari hubungan seksual berisiko, kurangnya pengetahuan terkait dampak, dan pencegahan penyakit tersebut.

Direktur Pencegahan Penyakit Menular Kemenkes, dr. Imran Pambudi mengatakan, sekitar 4 ribu kasus baru HIV di Indonesia.

Kasus–kasus tersebut sebagian besar disebabkan melalui hubungan seksual.

Tren peningkatan HIV/AIDS di Indonesia meningkat setiap bulannya. Sekitar 30 persen penyumbang kasus HIV adalah dari penularan suami ke istri.

Selanjutnya sebesar 20 – 45 persen penyumbang penularan HIV adalah dari ibu ke anak. Dampaknya, anak akan lahir dengan status HIV positif sepanjang hidupnya.

Banyak mitos terkait penyebaran HIV/AIDS yang tersebar di masyarakat.

Hal ini dapat mengganggu upaya penanganan penyakit ini dan menimbulkan pandangan negatif serta diskriminasi terhadap orang–orang yang mengidap penyakit ini.

Berikut ini adalah hal–hal seputar mitos dan fakta tentang HIV/AIDS yang perlu untuk diketahui:

1. Banyak orang yang takut untuk berdekatan, berjabat tangan, bahkan berpelukan dengan pengidap HIV/AIDS.

Faktanya, HIV/AIDS tidak dapat ditularkan melalui sentuhan kulit, bersin, penggunaan alat makan yang sama, ludah, dan keringat.

HIV/AIDS hanya dapat menular melalui cairan tubuh tertentu seperti ASI, darah, air mani, dan cairan vagina.
Karena itu, tidak perlu khawatir untuk berjabat tangan, berpelukan, dan menggunakan alat makan yang sama dengan pengidap HIV/AIDS.

2. Fakta yang perlu diketahui berikutnya adalah tak semua penderita HIV mengidap AIDS.

AIDS hanya terjadi ketika penderita HIV tak menjalani pengobatan yang benar dan rutin.
Kemudian akan berdampak lebih serius hingga berada pada tahap AIDS.

3. Banyak yang mengira bahwa penderita HIV/AIDS dapat terlihat dari tampilan fisik.

Faktanya orang dengan pengidap HIV/AIDS tidak menunjukan ciri khusus bahkan dapat terjadi tanpa gejala.

Dalam 2-4 minggu pertama terinfeksi, seseorang mungkin hanya akan merasakan kondisi medis seperti gejala flu, kelelahan, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot dan persendian
Satu–satunya solusi untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit HIV/AIDS adalah dengan cara melakukan pemeriksaan.

4. HIV/AIDS diderita seumur hidup.

Fakta ini memanglah benar, hingga kini belum ada obat yang membuat penderita HIV/AIDS sembuh sepenuhnya.

Tetapi dengan mengonsumsi antiretroviral (ARV) dapat menghambat perkembangan virusnya.

5. Orang dengan HIV/AIDS faktanya dapat memiliki keturunan. Jika dia menjalani pengobatan dengan rutin dan tepat, maka bukan hal yang tidak mungkin untuk memiliki anak.

Dengan mengonsumsi antiretroviral (ARV) secara rutin, maka akan membantu menurunkan kadar virus HIV didalam tubuh pengidapnya dan juga dapat menurunkan resiko penularan ibu ke bayinya.

6. HIV/AIDS tidak bisa sembuh dengan menggunakan obat herbal atau obat tradisional.

Kemenkes mengungkapkan sampai saat ini hanya dengan menjalan terapi antiretroviral (ARV) dapat membantu menghambat perkembangan virus HIV.

7. HIV dapat ditularkan melalui ibu pada janin.

Ibu yang mengidap HIV ketika sedang hamil, maka berpotensi untuk menularkan virus pada janin.

Penularan ini dapat terjadi ketika melahirkan dan menyusui.

8. HIV juga dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik yang sama dengan orang lain adalah cara paling umum selain melakukan hubungan badan tanpa pengaman.

Semua orang berpotensi tertular virus ini. Dalam kondisi tertentu saat cairan tubuh pengidap HIV mengenai luka terbuka seseorang, dapat menjadi potensi penularan virus ini.

Inilah mengapa penting sekali untuk melakukan pemeriksaan HIV. Solusi terbaik untuk menghindari resiko terjangkit HIV adalah dengan menyadari bagaimana cara penularannya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#virus #fakta dan mitos #hiv/aids #imun tubuh