Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tekanan Darah Rendah (Hipotensi): Gejala, Penyebab, dan 8 Tips untuk Mengatasinya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 25 Mei 2024 | 00:58 WIB
Penting untuk mengatasi darah rendah agar tak mengganggu aktivitas Anda.
Penting untuk mengatasi darah rendah agar tak mengganggu aktivitas Anda.

TUBAN-Tekanan darah setiap orang berbeda–beda karena dipengaruhi faktor usia hingga jenis kelamin.

Dikatakan menderita tekanan darah tinggi apabila berada pada angka di atas 130/80 mmHg.

Sedangkan tekanan darah rendah di bawah 90/60 mmHg.

Tekanan darah normal berada pada kisaran 90/60mmHg sampai 120/80 pada orang dewasa yang kondisi tubuhnya sehat.

Banyak orang yang menganggap bahwa darah rendah sama dengan kurang darah.
Namun, kedua masalah kesehatan ini sangat berbeda.

Darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah angka tekanan normal.

Sedangkan kurang darah adalah kondisi tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

Penderita darah rendah biasanya mengalami sakit kepala ringan, pandangan kabur, bahkan dapat mengalami penurunan kesadaran dan pingsan.

Melansir dari healthline, darah rendah tak selalu menimbulkan gejala.

Ketika tekanan darah sedang rendah, itu berarti organ vital tidak menerima aliran darah yang dibutuhkan.

Gejala darah rendah meliputi:

1. Kelelahan

Rasa kekurangan energi atau lelah yang menyeluruh pada sekujur tubuh.

2. Sakit kepala ringan

Gejala yang dirasakan seperti akan pingsan.

3. Pusing

Rasa tak seimbang ketika bangun dari posisi berbaring atau duduk, atau ketika berdiri.

4. Mual

5. Kulit lembap atau berkeringat saat disentuh

6. Penglihatan kabur.

Tekanan darah dapat juga disebabkan kondisi atau penyakit tertentu, di antara:

1. Kehamilan

Selama masa kehamilan, tekanan darah akan menurun seiring berkembangnya sirkulasi darah ibu hamil.

2. Konsumsi obat tertentu

Beberapa obat – obatan seperti atenolol, proparnolol, furosemide, dan beberapa lainnya dapat menyebabkan turunnya tekanan darah.

3. Hormon yang tak seimbang

Penurunan kadar hormon dalam darah dapat berakibat pada penurunan tekanan darah.

4. Kurang cairan tubuh

Kekurangan cairan dalam tubuh akan memengaruhi volume darah dan mengakibatkan penurunan tekanan darah.

5. Infeksi

Ketika penyakit mulai menginfeksi aliran darah, maka tekanan darah juga dapat menuruh.

6. Penyakit jantung

Terganggunya fungsi jantung dapat menghambat aliran darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan turunnya tekanan darah.

7. Kurang nutrisi

Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan hipotensi.

8. Reaksi alergi

Reaksi alergi yang parah dapat berdampak pada penurunan tekanan darah.

Kondisi tekanan darah yang normal dapat dipertahankan dengan menjalani pola hidup yang sehat.

Berikut ini 8 tips untuk mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah:

1. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup.

2. Istirahat yang cukup setelah aktivitas yang padat.

3. Kurangi konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi.

4. Cukupi kebutuhan garam dalam tubuh.

5. Lakukan olahraga rutin minimal 30 menit sehari.

6. Penuhi tubuh dengan gizi seimbang.

7. Hindari perubahan posisi mendadak. Seperti duduk atau berdiri dengan tiba – tiba.

8. Konsumsi kafein dengan dosis yang sesuai. Namun, tak dianjurkan untuk dikonsumsi pada malam hari.

Banyak orang yang mampu mengatasi tekanan darah rendah yang dideritanya dengan memahami gejala dan penanganannya.

Jika merasa tekanan darah rendah sangat mengganggu aktivitas sehari – hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang sesuai. (*)

WUKUF: Kunti Maulidatas saat mengikuti wukuf pada musim haji tahun lalu
WUKUF: Kunti Maulidatas saat mengikuti wukuf pada musim haji tahun lalu
Editor : Amin Fauzie
#gejala #mengatasi darah rendah #hipotensi #tips #penyebab