TUBAN-Indonesia merupakan negara yang sangat rawan bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir, longsor, tsunami, dan puting beliung.
Rawan bencana berikutnya yang dihadapi Indonesia adalah berada di area ring of fire karena dikelilingi banyak gunung api aktif.
Dengan memiliki 129 gunung api aktif, tingkat rawan bencana Indonesia tergolong cukup tinggi.
Terlebih, gunung–gunung tersebut berada pada jalur tektonik dari Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Kepulauan Banda, Halmahera, dan Kepulauan Sangir Talaud.
Jalur tektonik tersebut merupakan Sirkum Mediterania yang merupakan jalur pegunungan besar dunia.
Akhir – akhir ini banyak sekali terjadi fenomena aktivitas gunung api di Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Gunung Marapi, Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki – Laki, Gunung Ibu, dan Gunung Ruang.
Pemerintah telah menetapkan upaya preventif untuk meminimalisir dampak dari letusan gunung api berupa pemantauan aktivitas gunung api selama 24 jam menggunakan alat pengukur gempa (seismograf), merancang peta kawasan rawan bencana, dan melakukan tindakan tanggap darurat.
Gunung api aktif akan mengeluarkan abu vulkanik yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi warga terdampak.
Abu vulkanik mengandung berbagai unsur logam seperti timbal, tembaga, baron, barium, perak, besi, krom, seng, kamdium, selenium, pH H2O, SiO2, dan silika.
Melansir dari studi penelitian gunung meletus Eyjafjallajokull di Islandia yang berjudul Respiratory Health Effect of Volcanic Ash With Special Reference to Iceland. A Review, banyak bahaya kesehatan yang ditimbulkan dari abu vulkanik gunung meletus.
Kandungan dan sifat fisika – kimia dalam abu vulkanik tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada saluran pernapasan jika terhirup. Penyakit tersebut sebagai berikut:
1. Pneumonia
Radang paru – paru akibat adanya gangguan pada fungsi paru.
2. ISPA
Infeksi saluran pernapasan atas atau yang dikenal sebagai ISPA adalah salah satu efek yang ditimbulkan jika menghirup abu vulkanik.
3. Silikosis
Silikosis dapat berakibat fatal jika mengalami komplikasi seperti kanker paru, kegagalan pernapasan, dan tuberkulosis.
Ini disebabkan adanya kandungan kristal silika atau silikon dioksida pada abu vulkanik.
4. Iritasi pada bola mata dan kulit.
Ini dikarenakan abu vulkanik memiliki sifat asam dan dapat mengiritasi anggota tubuh yang terpapar.
Selain dampak kesehatan bagi tubuh manusia, abu vulkanik dari letusan gunung api juga berakibat pada kerusakan lingkungan.
Kerusakan tersebut seperti kerusakan bangunan, kontaminasi air bersih, tersumbatnya saluran air, rusaknya fasilitas air, dan resiko gagal panen pada sektor pertanian yang terdampak.
Dengan banyaknya bencana alam di Indonesia terutama letusan gunung api, masyarakat sering diimbau terkait langkah – langkah preventifnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko kesehatan yang disebabkan oleh abu vulkanik.
Dengan cara menggunakan masker saat keluar rumah, menghindari paparan abu vulkanik sebisa mungkin, dan segera mengevakuasi diri ketika situasi sudah tidak kondisional. (*)