Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Hadapi Lonjakan DBD di 2024: Pentingnya Pencegahan dan Penanganan Dini. Berikut Hal Seputar DBD yang Wajib Kalian Ketahui!

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 20 Mei 2024 | 03:19 WIB
Ilustrasi nyamuk.
Ilustrasi nyamuk.

TUBAN-Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Merujuk dari Kementerian Kesehatan, jumlah kasus demam berdarah dengue di Indonesia melonjak hampir 3 kali lipat pada tiga bulan pertama 2024.

Sedangkan pada minggu ke-15 tahun 2024, penderita demam berdarah dengue mencapai angka 62.0001 kasus.

“Tahun 2024 pekan ke-15 ada 62.001 kasus DBD, dengan angka kesakitan 22,16 dari 100 ribu penduduk, kematian sebanyak 475 kasus, dan case fatality rate di 0,77 persen,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Secara global, DBD juga mengalami lonjakan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pada 2023 sebagai tahun dengan jumlah kasus DBD terbanyak.

Bahkan pada Januari hingga April, angka pasien terjangkit DBD mendekati jumlah di tahun 2023.

Menurut Siti Nadia Tarmizi, salah satu penyebab DBD meningkat drastis adalah karena faktor perubahan iklim dan fenomena alam El Nino.

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang rentan terkena DBD, di antaranya, sistem imun tubuh lemah, lingkungan tempat tinggal kotor, kondisi cuaca di wilayah tropis, serta lingkungan tempat tinggal yang kumuh dan padat penduduk.

Gejala DBD ditandai demam tinggi yang naik turun dan terjadi selama 2 hingga 7 hari, muncul ruam merah pada kulit, nyeri pada sendi, dan otot, serta sakit kepala.

Pertolongan pertama bagi penderita DBD adalah memastikan meminum cukup air untuk menghindari dehidrasi.

Disarankan menghindari minuman soda dan kafein. Kedua jenis minuman tersebut dapat menyebabkan dehidrasi.

Penderita DBD juga harus beristirahat total selama demam dan mengonsumsi obat untuk menurunkan demam.

Jika kondisi tak kunjung membaik, segera konsultasikan pada dokter.

Demam berdarah dapat dicegah sedini mungkin di lingkungan sekitar dengan menerapkan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tepat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Solusi mencegah DBD adalah:

1. Menerapkan perilaku hidup bersih

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah upaya preventif dalam pencegahan DBD.

2. Vaksinasi DBD

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi resiko tertular demam berdarah.

Vaksin yang tepat dapat melindungi tubuh dari virus DBD dengan baik.

3. Memastikan tak ada tumpukan sampah

Menjaga lingkungan sekitar bersih dari tumpukan sampah, dapat mengurangi kemungkinan perkembangbiakkan nyamuk dan resiko penularan DBD.

4. Melakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa

Fogging dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida melalui asap dan membunuh nyamuk dewasa.

5. Menaburkan abate atau abatisasi di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan

Pemberian bubuk abate di tempat penampungan air yang susah dibersihkan dapat mencegah nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan dapat mengurangi risiko terjangkit DBD.

6. Gunakan tumbuhan pengusir nyamuk

Tanaman seperti serai, kayu putih, dan kemangi merupakan pengusir nyamuk alami. Anda dapat menanam tanaman ini di sekitar rumah.

7. Jangan biarkan ada tumpukan pakaian kotor di rumah

Menjaga rumah tetap bersih dari tumpukan pakaian kotor dapat menjadi solusi untuk mengurangi resiko berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

Peningkatan kasus DBD merupakan suatu masalah kesehatan serius yang harus segera ditangani.

Dengan memperhatikan faktor – faktor penyebaran penyakit DBD seperti kondisi lingkungan dan pola hidup, kita menyadari bahwa respon yang cepat penting untuk dilakukan dalam pengendalian kenaikan kasus DBD.

Upaya pencegahan DBD adalah hal terpenting dalam meminimalisir dampak dari demam berdarah. (*)

Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#gigitan nyamuk #Pencegahan dan Penanganan Dini #DBD di 2024 #aedes aegypti