Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

5 Alasan Medis Pengangkatan Testis dan Tindakan yang Diperlukan

Dewi Putri Ayu Ningtyas • Senin, 20 Mei 2024 | 02:16 WIB
Ilustrasi pengangkatan testis, tindakan ini umumnya dilakukan sebagai langkah terakhir untuk mengatasi kondisi medis yang mengancam jiwa.
Ilustrasi pengangkatan testis, tindakan ini umumnya dilakukan sebagai langkah terakhir untuk mengatasi kondisi medis yang mengancam jiwa.

TUBAN-Bayangkan kalian baru saja menjalani operasi prostat yang penuh keyakinan dan optimisme untuk pemulihan testis.

Namun, beberapa minggu kemudian, kalian dihadapkan pada kenyataan pahit: testis diangkat tanpa persetujuan kalian.

Kasus pengangkatan testis atau orkidektomi ini menimpa Subandi, warga Pasuruan, Jawa Timur.

Sekarang ini, Subandi menuntut RSUD Bangil atas kelalaian medis.

Kasus ini memicu kehebohan di media sosial dan membuka pertanyaan penting: kapan pengangkatan testis benar-benar diperlukan?

Pengangkatan testis merupakan prosedur medis yang kompleks dengan konsekuensi signifikan.

Tindakan ini umumnya dilakukan sebagai langkah terakhir untuk mengatasi kondisi medis yang mengancam jiwa.

Berikut beberapa alasan medis yang mendasari pengangkatan testis, dilansir dari National Cancer Institute (NCI) dan Mayo Clinic:

1. Trauma

Cedera parah pada testis yang tidak dapat diperbaiki dengan operasi rekonstruksi.

2. Infeksi

Infeksi parah pada testis yang tidak merespons pengobatan antibiotik.

3. Kanker testis

Kanker testis merupakan kanker paling umum pada pria muda. Pengangkatan testis menjadi langkah awal dalam pengobatan kanker, diikuti dengan kemoterapi atau radiasi.

4. Skrotum terpuntir

Kondisi darurat medis ini terjadi ketika aliran darah ke testis terputus, menyebabkan rasa sakit yang parah dan kerusakan jaringan.

Tindakan cepat untuk meluruskan skrotum dan mengembalikan aliran darah terkadang memerlukan pengangkatan testis yang terancam.

5. Hidrokel

Penumpukan cairan di skrotum yang menyebabkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman.

Dalam kasus hidrokel yang parah atau berulang, pengangkatan testis mungkin diperlukan.

Penting untuk dicatat bahwa pengangkatan testis bukan keputusan yang mudah diambil.

Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor. Termasuk usia pasien, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan tingkat keparahan penyakit, sebelum merekomendasikan prosedur ini.

Pasien memiliki hak untuk informed consent, di mana mereka harus diberi informasi yang lengkap dan akurat tentang risiko dan manfaat pengangkatan testis sebelum memberikan persetujuan.

Kasus Subandi menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan antara pasien dan dokter.

Kepercayaan dan rasa hormat dalam hubungan dokter-pasien merupakan kunci untuk memastikan perawatan medis yang aman dan etis. (*)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang Tri Martono
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang Tri Martono
Kepala Desa Kertorejo Dra Hj Suisti menunjukkan produk anyaman bambu hasil karya warga desanya
Kepala Desa Kertorejo Dra Hj Suisti menunjukkan produk anyaman bambu hasil karya warga desanya
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#operasi prostat #Pengangkatan testis #kesehatan pria #Orkidektomi