Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sunah Memotong Kuku Memiliki Beragam Manfaat bagi Kesehatan. Ini Penjelasannya

Dwi Setiyawan • Senin, 15 April 2024 | 12:30 WIB

Ilustrasi memotong kuku
Ilustrasi memotong kuku


TUBAN-Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersihan. Terutama kebersihan fisik.
Karena itu, hal yang menyangkut bersuci atau thoharoh benar-benar diatur tata caranya.

Masalah kebersihan fisik ini dikupas di laman Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta.

Salah satu pedomannya adalah surah Al-Baqarah ayat 222. Dalam surah tersebut, Allah SWT berfirman;
 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Salah satu menjaga kebersihan diri tersebut adalah memotong kuku, sebagaimana sabda Rasulullah SAW;
“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut buku ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadis ini, memotong kuku adalah salah satu sunah fitrah. Setiap muslim dianjurkan untuk memotong kuku serta tidak membiarkannya tumbuh panjang.

Selain sebagai sunah fitrah, memotong kuku juga bermanfaat untuk menjaga kebersihan diri yang terkait dengan kesehatan manusia, yaitu mengurangi kotoran yang di bawah kuku.

Kotoran pada kuku biasanya terdapat telur cacing. Apalagi, angka infeksi cacing Ascaris lumbricoides di Indonesia sebanyak 66 persen  dari 220 juta penduduk yang penularannya bisa melalui kuku.

Penelitian menunjukkan adanya telur cacing jenis Ascaris lumbricoides sebesar 12 persen dari total responden.

Selain cacing Ascaris lumbricoides, di dalam kotoran kuku juga didapatkan jenis cacing nematoda seperti Hookworm dan Trichuris trichiura.

Infeksi cacing ini dapat berakibat buruk untuk kesehatan manusia. Dampak cacingan dapat menimbulkan berkurangnya kebutuhan gizi, kalori, dan protein, serta kehilangan darah.

Dampak lainnya, menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas kerja, serta menurunkan ketahanan tubuh.

Faktor yang memengaruhi kejadian cacingan, antara lain, faktor sanitasi lingkungan dan faktor manusia.

Salah satunya dapat dilihat dari kebersihan kukunya. Kuku kotor empat kali berisiko terinfeksi cacing dibandingkan yang kukunya bersih.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, memotong kuku yang merupakan salah satu sunah fitrah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sangat penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.

Hal ini terutama berkaitan dengan infeksi cacing yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Dengan rutin memotong kuku, diharapkan kejadian sakit karena infeksi cacing bisa diminimalisasi.

Selain itu, penyakit lain yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan termasuk kuku adalah diare.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa untuk mencegah diare dapat dilakukan dengan cara hand hygiene, yaitu dengan mencuci tangan dan menggunting kuku.

Dengan demikian, pahala sunah didapatkan dengan mudah, sekaligus memperoleh banyak faedah. Faedah tersebut terhindar dari berbagai penyakit karena infeksi cacing, diare, dan penyakit lainnya.

Untuk menambah keberkahan, sunah memotong kuku dapat dilakukan pada hari Jumat dan tidak lebih dari 40 hari, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW;
“Diberikan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari 40 hari.” (HR Muslim). (*)

BARA API: Misriah sedang memanggang sate di Bangkalan Rabu (27/3). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
BARA API: Misriah sedang memanggang sate di Bangkalan Rabu (27/3). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
Editor : Amin Fauzie
#kesehatan #thoharoh #Memotong kuku