Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dalil Maulid Nabi Menurut Sayyid Muhammad Alawi: Penjelasan Kitab dan Latar Belakangnya

Amin Fauzie • Kamis, 4 September 2025 | 09:56 WIB
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam kitab Haul al-Ihtifal bidzikri al-Maulid an-Nabawi asy-Syarif menjelaskan dalil-dalil yang membolehkan perayaan Maulid Nabi SAW.
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani dalam kitab Haul al-Ihtifal bidzikri al-Maulid an-Nabawi asy-Syarif menjelaskan dalil-dalil yang membolehkan perayaan Maulid Nabi SAW.

RADARBONANG.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen penting bagi umat Islam.

Namun, tidak jarang pula muncul perdebatan mengenai hukum merayakan Maulid yang kerap diperdebatkan setiap bulan Rabiul Awal.

Ulama besar, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, memberikan penjelasan mendalam tentang hal ini dalam kitabnya yang dibahas dalam video unggahan kanal YouTube Universitas Kastrologi berjudul “Sayyid Muhammad Alawi, Dalil-dalil Maulid Nabi” pada 7 November 2020.

Latar Belakang Penulisan Kitab

Sayyid Muhammad menjelaskan, awalnya beliau enggan menulis kitab mengenai hukum perayaan Maulid Nabi.

Sebab, perdebatan mengenai hal ini sudah terlalu sering diulang, hingga masyarakat merasa jenuh.

Meski demikian, karena banyaknya permintaan dari umat Islam yang ingin mendengar pendapat beliau secara khusus, akhirnya ulama besar ini menulis kitab Haul al-Ihtifal bidzikri al-Maulid an-Nabawi asy-Syarif.

Beliau merasa bahwa menyembunyikan ilmu (kitmanul ‘ilmi) adalah sesuatu yang terlarang dalam Islam.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa diminta menyampaikan ilmu kemudian ia menyembunyikannya, maka Allah akan membelenggunya dengan belenggu api pada hari kiamat.”

Karena itu, Sayyid Muhammad menilai wajib baginya untuk menjelaskan dalil-dalil seputar Maulid Nabi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Bukan Sekadar Tradisi Tahunan

Sayyid Muhammad menegaskan, Maulid bukan berarti menjadikan perayaan tahunan sebagai sesuatu yang bersifat wajib atau sunnah tertentu yang hanya berlaku di satu malam.

Mengingat dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah kewajiban setiap Muslim sepanjang waktu, bukan hanya sekali setahun.

Namun, perkumpulan Maulid setiap bulan Rabiul Awal memiliki nilai tersendiri.

Sebab, saat itu umat Islam kembali teringat pada bulan kelahiran Rasulullah SAW, bulan yang penuh keberkahan dan rahmat.

Maulid sebagai Sarana Dakwah

Lebih jauh, Sayyid Muhammad menjelaskan bahwa perkumpulan Maulid adalah sarana penting untuk mengingatkan umat Islam pada akhlak, perjalanan hidup, dan keteladanan Rasulullah SAW.

Dari sisi dakwah, Maulid Nabi merupakan peluang emas yang tidak boleh dilewatkan oleh para ulama dan pendakwah.

Dalam kesempatan itu, umat diajak mengenal kembali akhlak Nabi SAW, sifat-sifat mulianya, etika sosial, serta perannya sebagai rahmat bagi semesta alam.

Dengan demikian, Maulid bukan hanya sebuah acara seremonial, melainkan jalan untuk memperkuat iman dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalil-dalil Maulid Nabi

Dalam kitabnya, Sayyid Muhammad juga memaparkan dalil-dalil yang membolehkan perayaan Maulid, antara lain:

Maulid menjadi sarana at-tadzakkur (mengingat) kelahiran Nabi yang membawa umat dari zaman jahiliyah menuju cahaya Islam.

Perkumpulan Maulid berfungsi sebagai media dakwah, mengajak manusia kepada kebaikan dan menjauhi keburukan.

Peringatan Maulid adalah bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang keberadaannya adalah nikmat terbesar bagi umat Islam.

Dari penjelasan tersebut, tampak jelas bahwa menurut Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, memperingati Maulid Nabi bukanlah perkara bid’ah yang tercela, melainkan sarana dakwah dan pengingat akan keagungan Rasulullah SAW.

Perdebatan pro-kontra memang ada sejak dulu, tetapi intinya, Maulid merupakan bentuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Selama diisi dengan hal-hal baik seperti pembacaan shalawat, pengajian, dan penguatan iman, maka Maulid adalah perayaan yang penuh barokah. (*)

Editor : Amin Fauzie
#hukum merayakan #Dalil Maulid Nabi #kelahiran Rasulullah SAW #tradisi #Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani #kitab Haul al Ihtifal