Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Penjelasan Gus Baha: Janji Khilafah di Akhir Zaman Tidak Harus Terjadi Sekarang

Amin Fauzie • Minggu, 22 Juni 2025 | 14:25 WIB
Gus Baha dalam kajian ilmiahnya menjelaskan bahwa khilafah di akhir zaman tidak harus terjadi sekarang. Foto adalah ilustrasi.
Gus Baha dalam kajian ilmiahnya menjelaskan bahwa khilafah di akhir zaman tidak harus terjadi sekarang. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha kembali memberikan penjelasan mendalam tentang isu sensitif dan sering menjadi perdebatan, yaitu berdirinya khilafah di akhir zaman.

Dalam sebuah kajian ilmiah yang dihadiri oleh banyak jamaah, Gus Baha menegaskan bahwa hampir semua ulama sepakat bahwa janji berdirinya khilafah tidak harus diwujudkan sekarang.

Dalam kajiannya, Gus Baha mengakui bahwa memang ada janji Allah SWT mengenai akan berdirinya kembali sistem khilafah di akhir zaman.

Namun, menurutnya, pemahaman tentang hal ini harus dikaji secara bijak dan kontekstual, bukan dipaksakan secara politis saat ini juga.

“Kalau Rasulullah SAW saja yang ucapan dan janjinya pasti benar (ash-shadiqul mashduq), tidak serta merta semua ucapannya langsung terjadi saat beliau hidup, apalagi kita,” jelas Gus Baha dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube Santri Official pada 25 Agustus 2021.

Kisah Perang Khandaq dan Janji Rasulullah SAW

Untuk menguatkan pendapatnya, Gus Baha menceritakan peristiwa Perang Khandaq (Al-Ahzab) yang terjadi saat Rasulullah SAW masih hidup.

Saat itu, tiga kelompok besar—Kaum Quraisy, Yahudi Khaibar, dan Najran—yang sebetulnya saling bermusuhan, justru membangun koalisi untuk menyerang kaum muslimin.

Dalam menghadapi serangan besar itu, atas saran Salman Al-Farisi, Rasulullah SAW dan para sahabat menggali parit (khandaq) sebagai strategi pertahanan.

Saat menggali, para sahabat menghadapi batu besar yang sulit dihancurkan, hingga Rasulullah SAW sendiri turun tangan.

Ketika memukul batu itu, keluar cahaya terang, dan saat itu pula beliau bersabda bahwa:

“Kerajaan Qisra (Persia) dan kekaisaran Romawi akan jatuh ke tangan kaum muslimin.”

Namun, Gus Baha menegaskan bahwa janji itu tidak langsung terjadi.

Bahkan setelah perang Khandaq berakhir dan Rasulullah wafat, peristiwa tersebut belum juga menjadi kenyataan.

Janji itu baru terwujud di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, bertahun-tahun kemudian.

Melalui penjelasan tersebut, Gus Baha ingin menekankan bahwa janji berdirinya khilafah di akhir zaman adalah benar, tetapi bukan berarti harus terburu-buru mewujudkannya sekarang.

“Rasulullah saja ketika bersabda, tidak serta merta kejadian langsung ada di zamannya. Apalagi kita memaksakan janji Allah harus terjadi sekarang,” tegasnya.

Gus Baha juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak pada pemahaman garis keras atau memaksakan skenario politik khilafah dengan meninggalkan kaidah syariat, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam memahami sunnatullah.

Kesimpulannya, penjelasan Gus Baha ini sekaligus menjadi nasihat penting bagi umat Islam, agar tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi yang memaksakan berdirinya khilafah dalam waktu dekat tanpa pemahaman yang utuh.

Islam mengajarkan hikmah (kebijaksanaan), kesabaran, dan pendekatan damai, bukan ambisi politik sesaat. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Kisah Perang Khandaq #Gus Baha #Janji Rasulullah SAW #Khilafah di Akhir Zaman