RADARBONANG.ID - Sholat merupakan ibadah utama dalam Islam, namun tak sedikit dari kita yang mengalami kesulitan untuk khusyu saat sholat.
Pikiran sering kali melayang memikirkan urusan duniawi, sehingga mengganggu kekhusyuan dalam berdialog dengan Allah SWT.
Menanggapi hal ini, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, memberikan penjelasan menyentuh dan penuh hikmah tentang cara agar sholat khusyu dan bebas dari bisikan setan alias pikiran tidak kemana-mana.
Penyebab Utama Hilangnya Fokus Saat Sholat
Dalam salah satu ceramah yang diunggah di kanal YouTube Santri Muda Gus Baha pada 11 Agustus 2021, Gus Baha menyebut bahwa salah satu penyebab utama pikiran tak fokus saat sholat adalah bisikan setan.
"Jadi, orang jarang alim itu dihasut. Misalnya, Anda sholat itu setan hasud begini: Kamu sholat ya tidak pasti diterima oleh Allah," ujar Gus Baha.
Dia melanjutkan bahwa setan akan terus menggoda agar kita menyesali masa lalu dan meragukan keikhlasan serta penerimaan amal ibadah kita di sisi Allah.
Cara Mengusir Bisikan Setan Saat Sholat
Menurut Gus Baha, kita harus melawan perasaan negatif tersebut dengan keyakinan positif.
Fokuskan pikiran bahwa sholat adalah kenangan terbaik kita sebagai hamba Allah.
"Diterima atau tidaknya itu kenangan terbaik saya sebagai hamba. Pernah sujud, pernah sholat, titik!" tegasnya.
Bahkan, beliau menekankan bahwa tidak ada yang lebih buruk daripada bertemu Allah tanpa pernah sujud kepada-Nya.
Menyesali Amal Baik Adalah Tipu Daya Setan
Gus Baha memberi contoh tentang keikhlasan melalui cerita seseorang yang ikhlas merawat anak yatim, namun kemudian kecewa karena anak itu tidak membalas budi.
"Ternyata tidak balas jasa. Loh, kamu merawat dia secara ikhlas, malah sekarang kamu menjadi murahan. Mengharapkan balas jasa itu hanya karena sifat tamak kamu," ujar Gus Baha.
Dari situ, Gus Baha mengajarkan bahwa keikhlasan adalah janji surga, sedangkan tamak dan penyesalan terhadap kebaikan adalah bisikan setan.
Kesimpulannya, cara agar sholat khusyu dan pikiran tidak kemana-mana, lawanlah bisikan negatif dengan rasa syukur dan penerimaan.
Tanamkan keyakinan bahwa setiap sujud kita adalah bukti cinta kepada Allah dan bagian dari perjalanan menuju ridha-Nya. (*)
Editor : Amin Fauzie