Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Khutbah Jumat: Hikmah di Balik Ibadah Haji - Bisa Didownload

Amin Fauzie • Kamis, 22 Mei 2025 | 22:35 WIB
Ilustrasi Khutbah Jumat
Ilustrasi Khutbah Jumat

RADARBONANG.ID - Haji adalah ibadah yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial, dan hanya bisa dilakukan pada waktu dan tempat tertentu, yakni di bulan Zulhijah di Tanah Suci Makkah.

Berikut adalah naskah khutbah Jumat yang cocok disampaikan di bulan haji, dengan tema "Hikmah di Balik Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah."


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَىٰ بِاللّٰهِ شَهِيدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَن تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّينِ

Khutbah I

Ma'asyiral muslimīn raḥimakumullah,

Baca Juga: Khutbah Jumat: Cara Mencintai Rasulullah SAW - Bisa Didownload

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung, baik yang langsung kita rasakan maupun yang datang melalui perantara makhluk-Nya.

Mari kita bersama-sama berupaya meningkatkan rasa syukur dengan meningkatkan ketakwaan, yaitu dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ma'asyiral muslimīn raḥimakumullah,

Dalam khutbah yang mulia ini, marilah kita renungkan hikmah besar yang terkandung dalam ibadah haji, sebagai rukun Islam yang kelima.

Haji adalah ibadah yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial, dan hanya bisa dilakukan pada waktu dan tempat tertentu, yakni di bulan Zulhijah di Tanah Suci Makkah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 97:


وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

“ .... Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, para calon jamaah haji dibimbing dalam manasik haji agar mengetahui tata cara ibadah dengan benar. Namun di balik tata cara tersebut, ada hikmah-hikmah agung yang patut kita renungkan bersama.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita lanjutkan khutbah ini dengan menyelami beberapa hikmah utama dari pelaksanaan ibadah haji, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha dalam Kitab I’anatut Thalibin.

1. Hikmah mandi ihram, yaitu membersihkan diri sebelum memasuki tanah suci. Ini mencerminkan kesiapan spiritual dan fisik untuk menginjak tanah yang pernah dilalui para nabi, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ....

".... Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri."

2. Hikmah pakaian ihram, di mana setiap manusia menanggalkan identitas duniawi. Pakaian ini mencerminkan kesetaraan dan kepasrahan hamba di hadapan Rabb-nya, sebagaimana manusia lahir ke dunia dan akan kembali pada-Nya.

3. Hikmah talbiyah, ketika jamaah mengucapkan “Labbaik Allahumma Labbaik”, Allah menjawab, “Aku dekat denganmu, mintalah apa yang kau inginkan.” Ini adalah panggilan cinta dari Tuhan kepada hamba-Nya.

4. Hikmah wukuf di Arafah, mengingatkan kita pada hari kiamat, saat manusia berdiri dengan penuh penyesalan, tanpa alas kaki, menanti hisab Allah SWT.

5. Hikmah zikir di Masy’aril Haram, menunjukkan betapa Allah mencintai hamba-Nya yang mengingat-Nya. Allah berjanji menyebut nama hamba-Nya di hadapan malaikat jika mereka menyebut nama-Nya di dunia.

6. Hikmah lempar jumrah, menggambarkan simbol pembersihan diri dari dosa. Melempar jumrah adalah melemparkan hawa nafsu, kejahatan, dan godaan syaitan dalam kehidupan.

7. Hikmah tawaf, mengelilingi Ka'bah sebagai pusat orientasi hidup seorang Muslim, dengan harapan hanya Allah sebagai tujuan dan pusat segala aktivitas hidup.

8. Hikmah mencukur rambut, sebagai simbol penyucian diri. Setiap helai rambut yang dicukur menjadi cahaya yang menerangi langkah menuju keampunan dan keselamatan dari neraka, sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Fath ayat 27.

لَّقَدْ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءْيَا بِٱلْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۚ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا۟ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًۭا قَرِيبًۭا

"Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat."

Jamaah Jumat raḥimakumullah,

Dari semua rangkaian ibadah haji tersebut, marilah kita ambil pelajaran. Meski tidak semua dari kita berkesempatan menunaikan haji dalam waktu dekat, namun semangat dan hikmah ibadah haji bisa kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari: ketundukan, kesabaran, kesederhanaan, serta perjuangan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Akhirnya, marilah kita berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا مَبْرُورًا، وَذَنْبَنَا مَغْفُورًا، وَسَعْيَنَا مَشْكُورًا، وَتِجَارَتَنَا لَنْ تَبُورَ

“Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, dosa kami Engkau ampuni, usaha kami Engkau terima, dan perniagaan kami tidak merugi.”

Aamiin, ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُؤًا أَحَدٌ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ الَّذِي أَمَرَنَا بِالِاتِّحَادِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي دَعَانَا بِحُبِّ الْبِلَادِ. الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ الَّذِي أَرْسَلَ لِلْعَالَمِينَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ ۗ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ وَعَنِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِينَ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
الّٰلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. الّٰلهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْلاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. الّٰلهُمَّ أَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِنَا. الّٰلهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. الّٰلهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلىَ الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. الّٰلهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Untuk mendownload Naskah Khutbah Jumat di atas versi PDF:
Klik di Sini!

Demikian Khutbah Jumat tentang Hikmah di Balik Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah. Semoga bermanfaat. (*)

Editor : Amin Fauzie
#bulan Zulhijah #download #khutbah jumat #tanah suci Makkah #Hikmah di Balik Ibadah Haji #naskah #pdf