RADARBONANG.ID - Ramadhan yang penuh berkah hampir berakhir. Bulan ini telah menempa kita dengan berbagai ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, setelah Ramadhan, kita juga diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik.
Kebaikan yang telah kita tanamkan selama sebulan penuh tidak seharusnya berhenti begitu saja.
Semangat beribadah, berbagi, dan menjaga diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat harus terus dijaga agar nilai-nilai Ramadhan tetap hidup dalam keseharian kita.
Berikut adalah naskah khutbah Jumat yang cocok disampaikan pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan, dengan tema "Kebaikan-Kebaikan yang Harus Dilanjutkan Setelah Berpuasa Sebulan Penuh."
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَىٰ بِاللّٰهِ شَهِيدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَن تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّينِ
Khutbah I
Ma'asyiral muslimīn raḥimakumullah,
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Swt. atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung, baik yang langsung kita rasakan maupun yang datang melalui perantara makhluk-Nya.
Mari kita bersama-sama berupaya meningkatkan rasa syukur dengan meningkatkan ketakwaan, yaitu dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ma'asyiral muslimīn raḥimakumullah,
Ramadhan yang penuh berkah hampir berakhir. Bulan di mana kita ditempa dengan berbagai ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, keberhasilan dari pendidikan Ramadhan bukan hanya diukur dari seberapa banyak ibadah yang kita lakukan selama sebulan ini, tetapi dari sejauh mana kita dapat mempertahankannya setelah Ramadhan berlalu.
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْن
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kepastian (kematian)." (QS. Al-Hijr: 99)
Ma'asyiral muslimīn raḥimakumullah,
Di antara amalan yang harus kita teruskan pasca-Ramadhan adalah:
1. Menjaga Shalat Lima Waktu
Selama Ramadhan, kita terbiasa menjaga shalat tepat waktu, bahkan berjamaah di masjid. Kebiasaan ini harus kita pertahankan. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan kapan pun dan di mana pun kita berada.
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menjaga Shalat Berjamaah
Shalat berjamaah, terutama bagi kaum laki-laki, adalah kebiasaan baik yang seharusnya terus dilaksanakan.
Kecuali jika ada uzur seperti sakit atau kondisi darurat, maka shalat berjamaah tetap harus menjadi prioritas.
3. Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Jika di bulan Ramadhan kita melaksanakan shalat Tarawih, maka setelah Ramadhan kita bisa melanjutkannya dengan shalat Tahajud.
Meskipun tidak sepanjang shalat Tarawih, shalat malam tetap memiliki keutamaan besar di sisi Allah.
Allah SWT berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
"Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra: 79)
4. Shalat Witir dan Shalat Rawatib
Shalat Witir adalah sunnah yang dianjurkan, baik dikerjakan setelah shalat Isya, sebelum tidur, atau menjelang Subuh.
Begitu pula shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu, yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW akan dibangunkan istana di surga bagi yang istiqamah melaksanakannya.
Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ صَلَّى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
"Barang siapa yang menjaga 12 rakaat sunnah dalam sehari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim)
Jamaah Jumat raḥimakumullah,
Selain menjaga shalat, ada beberapa amalan lain yang seharusnya terus kita lakukan setelah Ramadhan:
1. Membaca Al-Qur’an
Jika selama Ramadhan kita rajin membaca Al-Qur’an, maka kebiasaan ini harus terus dijaga.
Al-Qur’an bisa kita baca setiap waktu senggang, di sela aktivitas, atau bahkan dalam perjalanan.
Bagi yang memiliki hafalan, bisa mengulangnya dalam shalat sunnah seperti Tahajud dan Dhuha.
Allah SWT berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi." (QS. Fathir: 29)
2. Bersedekah
Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi. Namun, bersedekah tidak hanya dilakukan di bulan suci ini.
Setelah Ramadhan, kita harus tetap membantu sesama, baik dengan harta, tenaga, maupun doa.
Rasulullah SAW. bersabda:
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
"Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
3. Puasa Sunnah
Setelah Ramadhan, kita dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.
Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Namun, jika kita memiliki utang puasa Ramadhan, sebaiknya membayar qadha terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Syawal.
Jamaah Jumat raḥimakumullah,
Sebagai penutup, mari kita jadikan Ramadhan sebagai titik perubahan dalam hidup kita. Jangan sampai kita kembali kepada kebiasaan buruk setelah Ramadhan berlalu.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita dan memberikan kita kekuatan untuk terus berbuat kebaikan di bulan-bulan setelahnya.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ، آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Aamiin, ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُؤًا أَحَدٌ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ الَّذِي أَمَرَنَا بِالِاتِّحَادِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي دَعَانَا بِحُبِّ الْبِلَادِ. الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيبِنَا وَشَفِيعِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ الَّذِي أَرْسَلَ لِلْعَالَمِينَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ ۗ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ وَعَنِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِينَ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَتَابِعِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
الّٰلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. الّٰلهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْلاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. الّٰلهُمَّ أَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِنَا. الّٰلهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. الّٰلهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلىَ الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. الّٰلهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Untuk mendownload Naskah Khutbah Jumat untuk Akhir Ramadhan versi PDF:
Demikian Khutbah Jumat di Akhir Ramadhan tentang Kebaikan-Kebaikan yang Harus Dilanjutkan Setelah Berpuasa Sebulan Penuh. Semoga bermanfaat. (*)