Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gambaran Masjid Agung Tuban Kini: Lebih Tertata, Tapi Seperti Ada yang Kurang

M. Afiqul Adib • Selasa, 18 Maret 2025 | 16:05 WIB
Potret Masjid Agung Tuban pasca renovasi.
Potret Masjid Agung Tuban pasca renovasi.

RADARBONANG - Saya berdiri di depan Masjid Agung Tuban, menatap bangunan megah yang kini semakin keren setelah direnovasi.

Lampu-lampu yang menyala di malam hari membuatnya tampak seperti istana dalam dongeng. Rapih, modern, tertata. Tapi ada yang terasa berbeda. Rasanya seperti ada yang hilang.

Salah satu perubahan paling mencolok dari renovasi masjid Agung Tuban adalah penataan ulang kawasan sekitar masjid.

Dulu, sebelum masuk ke halaman masjid, kita harus melewati deretan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan oleh-oleh. Sekarang? Area di sekitar masjid jadi lebih luas dan bersih, tapi suasana yang dulu hidup kini terasa sepi.

Saya sempat ngobrol dengan salah satu pengunjung yang juga merasa ada yang kurang.

“Dulu kalau ke sini, suasananya rame. Ada yang jualan tahu tek, cilok, minuman segar. Sekarang sepi banget. Meskipun lebih bersih, tapi jadi kayak kehilangan nyawanya,” katanya.

Relokasi para pedagang ini nggak cuma bikin suasana di sekitar masjid berubah, tapi juga membawa dampak besar bagi mereka.

Pedagang yang dulu bisa mengandalkan keramaian alun-alun untuk menarik pembeli, sekarang harus pindah ke Pasar Sore yang lokasinya jauh lebih sepi.

Seorang pedagang yang kini berjualan di lokasi baru mengeluh, “Kalau dulu, pengunjung masjid pasti mampir beli jajanan. Sekarang, pembeli jauh berkurang. Susah banget cari pelanggan.”


Nggak bisa dimungkiri, penataan ulang ini punya sisi positif. Masjid Agung dan alun-alun jadi lebih tertata dan nyaman buat pengunjung. Tapi, apa artinya kerapihan ini kalau di baliknya ada banyak orang yang kehilangan sumber mata pencaharian?

Di media sosial, banyak netizen yang berkomentar soal kebijakan ini. Ada yang mendukung, ada juga yang merasa Pemkab Tuban kurang bijak dalam menata ulang kawasan ini.

Salah satu komentar yang cukup mengena adalah: “Niatnya bagus biar rapi, tapi harusnya ada solusi buat pedagang. Jangan cuma dipindah doang terus ditinggal.”

Beberapa orang mengusulkan agar pemerintah mengadakan event atau kegiatan rutin di Pasar Sore supaya tempat ini tetap ramai.

Ada juga yang berharap ada bentuk subsidi atau bantuan buat pedagang yang terdampak selama masa transisi ini.

Masjid Baru, Suasana Lama yang Dirindukan

Perubahan memang selalu datang dengan konsekuensinya. Masjid Agung Tuban kini memang lebih modern dan tertata, tapi ada sebagian dari kita yang tetap rindu dengan wajah lamanya—keramaian, kehangatan, dan interaksi yang dulu terasa begitu hidup di sekitar masjid.

Jadi, menurutmu gimana? Apakah perubahan ini membawa Tuban ke arah yang lebih baik, atau justru menghilangkan sebagian pesonanya? Silakan kasih pendapatmu, tapi tetap santuy, ya! (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#modern #lampu #Rapi #Masjid Agung Tuban #renovasi