Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Shalat: Keutamaan Berjamaah dan Ancaman Bagi yang Meninggalkan

Amin Fauzie • Kamis, 19 September 2024 | 15:15 WIB
Ilustrasi shalat.
Ilustrasi shalat.

RADARBONANG.ID - Shalat bukan sekadar ibadah biasa. Rasulullah SAW menerima perintah shalat langsung saat peristiwa Isra Mi'raj.

Awalnya diwajibkan 50 kali sehari, namun diringkas menjadi 5 kali dengan pahala yang sama besar.

Banyak keutamaan bagi orang yang menunaikan shalat, dan merugi mereka yang meninggalkannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh” (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat adalah barometer iman seseorang, dan amalan ini akan membawa keberuntungan bagi mereka yang mengerjakannya dengan benar.

Allah SWT berfirman, “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya” (QS. Al-Mu'minun: 1-2).

“Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas... dan tidak menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An-Nisa: 142).

Dua ayat ini menggambarkan perbedaan antara shalatnya orang mukmin dan orang munafik. Dan peringatan bagi mereka yang shalatnya tidak dilakukan dengan sepenuh hati.

Pernahkah kita bertanya dalam hati, termasuk shalat yang manakah kita?

Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab di hari kiamat

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya amalan seorang hamba yang akan dihisab pertama kali pada hari kiamat adalah amalan shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia akan beruntung dan berhasil. Namun, jika rusak, maka ia akan merugi” (HR. Tirmidzi dan An Nasa-i).

Shalat menjadi indikator utama bagi amalan lainnya. Jika shalat dilakukan dengan benar, maka ia akan mempengaruhi kebaikan amalan lain.

Allah SWT juga berfirman, “Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar” (QS. Al-‘Ankabut: 45).

Shalat yang khusyuk tidak hanya mencegah dari perbuatan buruk, tapi juga mempengaruhi perilaku sehari-hari.

Minimal, seseorang akan terhindar dari perbuatan keji saat menjalankan shalat itu sendiri.

Shalat: Amalan yang Lebih Utama dari Jihad di Jalan Allah

‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Amalan apakah yang paling disukai Allah?” Rasulullah menjawab, “Shalat pada waktunya.”

Kemudian ia bertanya lagi, “Lalu apa?” Rasulullah menjawab, “Berbuat baik kepada orang tua.” Dan ketika ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menegaskan bahwa shalat tepat waktu lebih utama dari amalan berbakti kepada orang tua maupun jihad di jalan Allah.

Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa shalat adalah amalan paling utama yang dicintai Allah SWT.

Shalat Penghapus Dosa Kecil yang Ampuh

Rasulullah SAW bersabda, “Shalat lima waktu, dan shalat Jumat ke Jumat berikutnya, menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama menjauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim).

Artinya, shalat yang dilakukan secara rutin bisa menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara waktu shalat.

Namun, ada syaratnya—penghapusan dosa ini hanya berlaku selama kita menjauhi dosa-dosa besar.

Shalat Adalah Jalan Menuju Surga Firdaus

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Mu'minun: 9-11).

Surga firdaus adalah tempat tertinggi dan termulia di akhirat.

Kaum muslimin sepakat, hanya mereka yang menjaga shalat dengan baik yang berhak mendapatkannya.

Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid

Sebelum membahas lebih lanjut, penting diketahui bahwa shalat berjamaah memiliki pahala yang jauh lebih besar daripada shalat sendirian.

Rasulullah SAW bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan dengan shalat sendirian” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagi mereka yang melaksanakan shalat di masjid, keutamaannya bahkan lebih besar lagi dibandingkan hanya shalat di rumah. Berikut beberapa keutamaannya.

1. Menghapus Dosa

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan untuk melaksanakan shalat wajib di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya” (HR. Muslim).

2.  Meninggikan Derajat

Rasulullah SAW juga bersabda, “Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya dan berjalan ke masjid untuk menunaikan kewajiban shalat, maka setiap langkahnya menghapus dosa dan mengangkat derajatnya” (HR. Muslim).

3.  Didoakan Malaikat

Nabi SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu mendoakan orang yang berada di tempat shalatnya, mereka berkata: Ya Allah, berikan rahmat, ampunan, dan kasih sayang kepadanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat Wanita di Masjid: Bolehkah?

Bagi wanita, shalat di masjid tidaklah terlarang. Namun, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan, seperti mendapat izin dari suami atau mahram, memastikan aman dari fitnah, menutup aurat dengan baik, serta tidak memakai wewangian saat berangkat ke masjid.

Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda, “Jika seorang wanita meminta izin untuk pergi ke masjid, janganlah melarangnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Golongan Orang-orang yang Celaka di Akhirat Selain Orang Munafik

1. Orang yang Shalat Tapi Lalai

Allah SWT berfirman, “Celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) mereka yang lalai dalam shalatnya” (QS. Al Ma’un: 4-5). Ini menunjukkan pentingnya khusyuk dalam shalat dan menjaga ketepatan waktu.

2. Orang yang Tidak Mengerjakan Shalat

Allah SWT juga berfirman, “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar? Mereka menjawab, ‘Dulu kami tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat’” (QS. Al Muddatsir: 42-43).

Meninggalkan shalat adalah perbuatan yang membawa pada kecelakaan besar di akhirat.

Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat

Shalat menjadi tolok ukur keimanan seseorang.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa meninggalkan shalat adalah tanda bahaya yang dapat menyeret seseorang menuju kekafiran.

Dalam sebuah hadits, beliau bersabda, “(Pembatas) antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim). (*)

Salah satu produk botol minum Tupperware yang dipasarkan. Foto: @tupperwareglobal
Salah satu produk botol minum Tupperware yang dipasarkan. Foto: @tupperwareglobal
Editor : Amin Fauzie
#amalan #Golongan #keutamaan #pahala #shalat #ancaman