Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Rekor Bayern Munchen di Final Piala Dunia Berakhir Setelah 44 Tahun, Argentina Singkirkan Inggris Lewat Comeback Dramatis

Bihan Mokodompit • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:37 WIB
Drama besar terjadi di semifinal Piala Dunia 2026! Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Inggris 2-1 sekaligus melaju ke final. Hasil ini juga mengakhiri rekor Bayern Munchen yang selalu memiliki pemain di final Piala Dunia sejak 1982. (logo FC Bayern Muenchen: Instagram)
Drama besar terjadi di semifinal Piala Dunia 2026! Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Inggris 2-1 sekaligus melaju ke final. Hasil ini juga mengakhiri rekor Bayern Munchen yang selalu memiliki pemain di final Piala Dunia sejak 1982. (logo FC Bayern Muenchen: Instagram)

RADARBONAG.ID – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan drama luar biasa ketika Argentina sukses membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.

Kemenangan ini bukan hanya mengantarkan La Albiceleste ke partai final, tetapi juga mengakhiri salah satu rekor paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia yang selama ini dipegang Bayern Munchen.

Sejak Piala Dunia 1982, klub raksasa Jerman tersebut selalu memiliki setidaknya satu pemain yang tampil di partai final.

Rekor yang bertahan selama 44 tahun itu akhirnya terputus setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan dan tersingkir secara dramatis.

Laga di semifinal menjadi salah satu pertandingan terbaik sepanjang turnamen.

Inggris sempat berada di ambang final, namun semangat juang Argentina kembali berbicara pada menit-menit akhir.

Baca Juga: Tanpa Disadari, 6 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Pikiran Tidak Tenang, Kenali Sejak Dini agar Hidup Lebih Bahagia

Inggris Sempat Unggul dan Dekat dengan Final

Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim tampil menyerang dan sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Argentina mencoba menguasai jalannya permainan melalui penguasaan bola, sedangkan Inggris mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.

Meski saling menekan, babak pertama berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Inggris akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-55.

Anthony Gordon sukses memanfaatkan umpan silang akurat Morgan Rogers untuk membawa The Three Lions unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Inggris semakin percaya diri dan tampak berada di jalur yang tepat menuju final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.

Argentina Bangkit di Menit-Menit Akhir

Tertinggal satu gol tidak membuat Argentina kehilangan semangat.

Tim asuhan Lionel Scaloni terus meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyama kedudukan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85.

Enzo Fernández berhasil mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Inggris.

Gol tersebut mengubah momentum pertandingan sepenuhnya.

Argentina semakin percaya diri, sementara Inggris mulai kesulitan keluar dari tekanan.

Puncaknya terjadi pada masa injury time.

Lautaro Martínez yang masuk sebagai pemain pengganti tampil sebagai pahlawan setelah mencetak gol kemenangan pada menit ke-92.

Gol tersebut memastikan Argentina menang 2-1 sekaligus mengamankan tiket menuju partai final Piala Dunia 2026.

Keberhasilan ini juga menjadi final ketiga Argentina dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, mempertegas konsistensi mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Rekor Bayern Munchen Resmi Terhenti

Di balik keberhasilan Argentina, terdapat catatan bersejarah lainnya.

Selama lebih dari empat dekade, Bayern Munchen selalu memiliki wakil pemain yang tampil di final Piala Dunia.

Tradisi tersebut dimulai sejak edisi 1982 dan terus bertahan hingga Piala Dunia 2022.

Namun, kekalahan Inggris membuat Harry Kane, yang menjadi satu-satunya harapan Bayern Munchen tampil di final tahun ini, dipastikan gagal melanjutkan rekor tersebut.

Sebaliknya, Inter Milan justru memperpanjang tradisinya.

Gol kemenangan yang dicetak Lautaro Martínez memastikan klub Italia itu kembali memiliki wakil di partai final Piala Dunia.

Dengan demikian, salah satu rekor paling panjang dalam sejarah sepak bola internasional resmi berakhir setelah bertahan selama 44 tahun.

Wayne Rooney Kritik Permainan Inggris

Legenda Inggris, Wayne Rooney, mengaku sangat kecewa melihat perubahan pendekatan permainan tim asuhan Thomas Tuchel setelah berhasil unggul.

Menurut Rooney, Inggris justru kehilangan kendali pertandingan ketika memilih bertahan terlalu dalam.

"Kami sudah menempatkan diri dalam posisi yang sangat bagus, tetapi kemudian kami tidak tahu harus berbuat apa. Kami memilih bertahan terlalu dalam dan membiarkan mereka terus menekan. Mereka menciptakan banyak peluang, lalu akhirnya kami runtuh. Saya benar-benar kecewa," ujar Rooney.

Ia menilai keputusan tersebut menjadi salah satu penyebab utama kebangkitan Argentina di penghujung laga.

Alan Shearer Akui Argentina Lebih Layak

Pendapat senada juga disampaikan mantan striker Inggris, Alan Shearer.

Menurutnya, Argentina memang tampil lebih baik sepanjang pertandingan dan pantas mengamankan tiket ke final.

Shearer menilai mental para pemain Argentina patut mendapat apresiasi karena mampu bangkit setelah tertinggal dan tetap tenang hingga akhir laga.

Ia juga memuji efektivitas pergantian pemain yang dilakukan Lionel Scaloni, termasuk masuknya Lautaro Martínez yang langsung menjadi penentu kemenangan.

Joe Hart Soroti Keputusan Thomas Tuchel

Mantan penjaga gawang Inggris, Joe Hart, ikut memberikan kritik terhadap strategi Thomas Tuchel.

Menurut Hart, perubahan pendekatan permainan setelah unggul memperlihatkan kurangnya kepercayaan terhadap kemampuan tim sendiri.

Ia menilai Inggris terlalu cepat memilih bertahan sehingga memberikan ruang bagi Argentina untuk terus menyerang hingga akhirnya membalikkan keadaan.

Baca Juga: Dulu Buka Toko Vape di Rumah Sakit, Kini Inggris Beri Vape Gratis untuk Bantu Perokok Berhenti, Begini Penjelasan Kebijakan Harm Reduction

Komentar tersebut semakin memperpanjang perdebatan mengenai keputusan taktis Tuchel pada pertandingan semifinal.

Argentina Semakin Dekat dengan Gelar Dunia

Kemenangan atas Inggris membuat Argentina melangkah ke final dengan kepercayaan diri tinggi.

Selain menunjukkan kualitas individu, Albiceleste kembali memperlihatkan karakter sebagai tim yang mampu bangkit dalam situasi sulit.

Di sisi lain, Inggris harus mengubur impian meraih gelar juara dunia dan kini mengalihkan fokus untuk menghadapi Prancis dalam perebutan peringkat ketiga.

Sementara itu, kemenangan dramatis Argentina akan selalu dikenang sebagai laga yang tidak hanya mengantarkan mereka ke final Piala Dunia 2026, tetapi juga mengakhiri rekor bersejarah Bayern Munchen yang telah bertahan selama 44 tahun.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : sportbible.com
Bayern Munchen Harry Kane Argentina vs Inggris Lautaro Martinez piala dunia 2026