RADARBONANG.ID – Kawasan Pasar Baru Tuban kembali dilanda kebakaran pada Kamis (23/4/2026) dini hari.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden serupa yang sebelumnya pernah terjadi di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Tuban tersebut.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB saat kondisi pasar relatif sepi aktivitas.
Namun, dalam waktu singkat, api langsung membesar dan melalap sejumlah lapak pedagang di dalam area pasar.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, titik awal api terlihat dari sisi barat pasar, tepatnya di area yang digunakan untuk berjualan gerabah dan anyaman. Dari titik tersebut, kobaran api dengan cepat menjalar ke lapak-lapak lain yang berada di sekitarnya.
Baca Juga: 95 Persen Orang Indonesia Terancam Gagal Pensiun Nyaman, Ini Strategi agar Masa Tua Tetap Sejahtera
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik. Sebagian dari mereka berusaha menyelamatkan diri, sementara yang lain mencoba mengevakuasi barang dagangan yang masih bisa diselamatkan sebelum api semakin membesar.
Api Cepat Membesar di Area Padat Lapak
Kondisi pasar yang dipenuhi material mudah terbakar diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Lapak-lapak yang berdempetan serta sebagian besar berbahan kayu dan plastik membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera menuju lokasi. Setidaknya empat unit armada dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke area lain yang lebih luas.
Proses pemadaman berlangsung cukup intens. Petugas berjibaku menjinakkan api sambil memastikan tidak ada titik api baru yang muncul di sekitar lokasi.
Fokus utama dalam penanganan kebakaran ini adalah membatasi area terdampak agar tidak meluas ke seluruh kompleks pasar, mengingat potensi kerugian bisa jauh lebih besar jika api tidak segera dikendalikan.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api secara akurat.
Selain itu, proses pendataan juga masih dilakukan untuk mengetahui jumlah lapak yang terdampak serta estimasi kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Namun, para pedagang diperkirakan mengalami kerugian material yang tidak sedikit, mengingat banyaknya barang dagangan yang tersimpan di dalam lapak.
Rentetan Kebakaran Jadi Sorotan
Kebakaran yang kembali terjadi di Pasar Baru Tuban ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan masyarakat.
Pasalnya, pasar tersebut sebelumnya juga pernah mengalami insiden kebakaran besar yang menghanguskan ratusan kios.
Peristiwa berulang ini memicu pertanyaan terkait sistem keamanan, khususnya instalasi listrik dan manajemen risiko kebakaran di kawasan pasar tradisional.
Para pedagang berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Upaya pencegahan seperti pengecekan instalasi listrik, penyediaan alat pemadam kebakaran ringan (APAR), serta jalur evakuasi dinilai perlu diperkuat.
Selain itu, edukasi kepada pedagang terkait pencegahan kebakaran juga menjadi hal penting untuk meminimalisir risiko di masa mendatang.
Baca Juga: Stok Minyakita di Lhokseumawe Menipis, Diperkirakan Hanya Cukup Dua Pekan ke Depan
Harapan Pedagang dan Masyarakat
Insiden ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga menimbulkan trauma bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascakebakaran, tetapi juga melakukan langkah preventif yang konkret.
Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan aktivitas perdagangan di Pasar Baru Tuban dapat terjamin.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan pasar tradisional yang padat dan rentan membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam hal keselamatan dan mitigasi bencana.
Editor : Muhammad Azlan Syah