RADARBONANG.ID – Kekecewaan yang menumpuk selama bertahun-tahun akhirnya mendorong sejumlah pemuda di Kabupaten Tuban untuk bergerak sendiri.
Jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki selama empat tahun membuat para pemuda memilih melakukan aksi nyata dengan menambal lubang jalan secara swadaya.
Aksi ini dilakukan oleh pemuda Karang Taruna di Dusun Selang, Desa Jadi, yang secara sukarela memperbaiki jalan dengan memanfaatkan alat seadanya serta batu kapur yang tersedia di sekitar lingkungan mereka.
Upaya ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Baca Juga: Derby Suramadu: Persebaya Dipusingkan Kondisi Pemain Jelang Hadapi Madura United
Banyak Pengendara Jadi Korban
Jalan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Semanding, Kecamatan Merakurak, dan Kecamatan Montong ini memang dikenal rusak parah.
Lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang jalan kerap membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.
Genangan air yang menutupi lubang membuat kondisi jalan semakin sulit diprediksi.
Akibatnya, setidaknya sudah ada beberapa pengendara yang terjatuh karena terperosok.
“Kita dari teman-teman pemuda berinisiatif ambil brongkalan karena di sini banyak batu kapur untuk dimanfaatkan daripada terus memakan korban,” ujar salah satu pemuda yang terlibat dalam aksi tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kerusakan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.
Gotong Royong di Tengah Keterbatasan
Menariknya, aksi sosial ini didominasi oleh kalangan pelajar yang rela meluangkan waktu setelah pulang sekolah.
Dengan keterbatasan alat dan tenaga, mereka tetap berkomitmen untuk memperbaiki jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian dalam waktu satu minggu.
Meski hasilnya belum sempurna, upaya ini dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Selang menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih kuat di tengah masyarakat.
Mereka tidak hanya menunggu bantuan, tetapi juga berinisiatif untuk mencari solusi sementara.
“Harapannya ini menjadi motivasi, biarpun Pemkab belum turun kita tetap bergerak membenahi jalan seadanya,” tegas perwakilan pemuda.
Kritik terhadap Respons Lapangan
Di tengah aksi tersebut, warga juga sempat menyayangkan respons dari pihak terkait.
Beberapa petugas berseragam disebut datang ke lokasi, namun hanya sebatas mengambil dokumentasi tanpa memberikan solusi konkret.
Hal ini menambah kekecewaan masyarakat yang sudah lama menanti perbaikan jalan secara permanen.
Mereka berharap kehadiran pemerintah tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata.
Kondisi ini juga mencerminkan adanya kesenjangan antara kebutuhan mendesak di lapangan dengan proses birokrasi yang sering kali memakan waktu lama.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif warga.
Ia mengakui bahwa partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan secara permanen tetap harus melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran yang sesuai aturan.
“Kita memiliki mekanisme penganggaran yang akuntabel sehingga tidak bisa serta-merta dilaksanakan, namun kami tetap berupaya secepatnya,” jelasnya.
Baca Juga: Sasar Lansia, Pengedar Uang Palsu di Blitar Dibekuk: Polisi Amankan Sabu-Sabu
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah menyadari adanya persoalan, namun masih terikat pada prosedur administratif dalam realisasinya.
Harapan Akan Perbaikan Permanen
Warga Desa Jadi berharap agar pemerintah segera memberikan kepastian terkait perbaikan jalan secara menyeluruh.
Infrastruktur yang layak dinilai sangat penting, tidak hanya untuk keselamatan, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalan yang rusak dapat menghambat distribusi barang, memperlambat mobilitas, hingga meningkatkan biaya transportasi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada kesejahteraan warga.
Sementara itu, para pemuda masih terus berjibaku melakukan perbaikan seadanya. Mereka berharap aksi kecil ini bisa menjadi pemicu perhatian lebih besar dari pihak berwenang.
Di tengah keterbatasan, langkah yang mereka ambil menjadi simbol bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu. Namun, untuk solusi jangka panjang, peran pemerintah tetap menjadi kunci utama.
Editor : Muhammad Azlan Syah