Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Dikejar Tenggat Visa, Kemenhaj Tuban Kebut Perekaman Bio Visa Jemaah Haji

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 20 Januari 2026 | 12:08 WIB

 

PEREKAMAN : Petugas Kemenhaj melakukan perekaman biometrik pada jemaah di Gedung Pusat Layanan Haji Umrah Terpadu (PLHUT) Tuban, Senin (19/1).
PEREKAMAN : Petugas Kemenhaj melakukan perekaman biometrik pada jemaah di Gedung Pusat Layanan Haji Umrah Terpadu (PLHUT) Tuban, Senin (19/1).

RADARBONANG.ID – Jam terus berdetak. Di balik antrean rapi dan ruang layanan yang nyaris tak pernah sepi, Kementerian Haji dan Umrah Tuban berpacu dengan tenggat waktu.

Targetnya jelas: perekaman bio visa calon jemaah haji harus tuntas sebelum Januari berakhir.

Masalahnya, masih ada sekitar seratus calon jemaah haji (CJH) yang belum menjalani perekaman biometrik—mulai dari sidik jari hingga foto wajah—meski proses ini sudah dibuka sejak Oktober lalu. Padahal, bio visa menjadi gerbang awal seluruh proses keberangkatan ke Tanah Suci.

Dari total 1.414 jemaah reguler Tuban—yang terdiri atas jemaah sesuai nomor porsi, lansia, serta pendamping—mayoritas memang sudah tuntas.

Namun, sisa ratusan inilah yang kini menjadi fokus penuh petugas, ditambah jemaah cadangan yang mulai masuk tahap perekaman.

Batas Visa Makin Dekat

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tuban, Abdul Ghofur, menegaskan bahwa percepatan ini bukan sekadar administratif, melainkan soal waktu yang semakin sempit.

“Tuban menargetkan akhir Januari rampung,” ujarnya.

Ghofur menjelaskan, sesuai jadwal pusat, pengajuan visa terakhir dilakukan pada 8 Februari. Setelah itu, mulai 9 Februari hingga 20 Maret, sistem sudah masuk fase penerbitan visa.

Sementara itu, kloter pertama gelombang pertama dijadwalkan berangkat pada 21 Maret.

Artinya, keterlambatan perekaman berisiko menyeret persoalan lebih jauh—bahkan bisa berdampak pada jadwal keberangkatan.

Petugas Disiagakan Setiap Hari

Untuk menutup celah waktu yang makin sempit, Kemenhaj Tuban menggandeng Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Langkah ini ditempuh agar jemaah yang belum merekam data biometrik segera terdata.

“Petugas di kantor Kemenhaj kita siagakan setiap hari untuk melayani perekaman,” tutur Ghofur.

Sebagian KBIHU bahkan sudah mampu melakukan perekaman mandiri karena sistem biometrik kini berbasis daring.

Meski begitu, realitas di lapangan menunjukkan banyak jemaah—terutama lansia—masih memilih datang langsung ke kantor Kemenhaj demi memastikan proses berjalan lancar.

Bukan Sekadar Sidik Jari

Perekaman bio visa bukan satu-satunya pekerjaan. Petugas juga mencermati detail dokumen jemaah.

Data paspor dicocokkan dengan KTP, nama diverifikasi, tanggal lahir diselaraskan. Kesalahan sekecil apa pun bisa berujung penundaan visa.

Jika seluruh data dinyatakan sesuai, berkas langsung diproses untuk penerbitan visa.

Di tengah padatnya agenda dan tenggat yang kian menekan, satu pesan terus ditekankan petugas: jemaah diminta kooperatif dan tidak menunda.

Sebab, dalam urusan haji, satu hari terlambat bisa berakibat panjang. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#perekaman bio visa haji Tuban #biometrik jemaah haji #PLHUT Tuban #visa haji 2026 #Kemenhaj Tuban