Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bumi Ronggolawe Tak Sepenuhnya Tenang, 13 Gempa Kecil Menguji Kesiapsiagaan Tuban Sepanjang 2025

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:18 WIB

 

 

Bumi Ronggolawe tak sepenuhnya diam. Sepanjang 2025, Tuban diguncang 13 gempa kecil. Tak memicu kepanikan, tapi cukup jadi alarm kewaspadaan bagi semua
Bumi Ronggolawe tak sepenuhnya diam. Sepanjang 2025, Tuban diguncang 13 gempa kecil. Tak memicu kepanikan, tapi cukup jadi alarm kewaspadaan bagi semua

RADARBONANG.ID — Sepanjang 2025, Kabupaten Tuban tidak selalu berada dalam garis tenang. Di balik rutinitas warga pesisir utara Jawa, bumi beberapa kali bergetar—kecil, singkat, namun cukup menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik tak pernah benar-benar berhenti.

Data BMKG Tuban mencatat, ada 13 kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah ini sepanjang tahun.

Bukan gempa besar yang memicu kepanikan massal, melainkan rangkaian gempa kecil dengan karakteristik beragam.

Kepala BMKG Tuban, Muhammad Nur, menjelaskan mayoritas gempa tersebut tergolong dangkal, dengan kedalaman pusat gempa berkisar 10 hingga 60 kilometer. Dari sisi kekuatan, magnitudonya berada pada rentang 2,0 sampai 3,2 skala Richter.

Angka-angka ini menjelaskan satu hal penting: Tuban memang tidak sedang berada di bawah ancaman gempa besar, namun juga tidak sepenuhnya steril dari getaran bumi.

Bukan di Atas Lempeng, Tapi Tetap Terimbas

Nur menegaskan, sumber gempa yang dirasakan warga Tuban bukan karena wilayah ini berada tepat di atas Lempeng Sunda.

Getaran lebih banyak dipicu oleh aktivitas tektonik di sekitarnya, terutama kawasan Laut Jawa bagian utara, yang berdekatan dengan Bawean dan Muria.

“Bukan Kabupaten Tuban langsung yang berada di atas kerak Lempeng Sunda, melainkan adanya lempeng atau sesar aktif di Laut Jawa di dekat Bawean yang bisa memicu gempa kecil hingga sedang. Ibaratnya, getaran ini dipicu langsung oleh patahan lokal yang aktif di wilayah utara Jawa,” jelasnya.

Skala Getaran: Dari Hampir Tak Terasa Hingga Disadari Warga

Meski pusat gempa kerap berada di luar Tuban, rambatan energinya tetap terasa di sejumlah titik. Intensitas guncangan berada pada skala I hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala I–II MMI, getaran hanya dirasakan sebagian orang; benda ringan yang tergantung bergoyang perlahan.

Sementara pada skala III MMI, sensasinya lebih jelas—seperti saat truk besar melintas di depan rumah.

“Berdasarkan data dari 13 kejadian gempa tersebut, rata-rata getaran memang tidak terasa. Namun, pada gempa 9 September 2025 lalu sempat dirasakan warga. Saat itu pusat gempa berada di darat dengan jarak 21 KM barat laut Tuban dengan skala II MMI," tambahnya.

Risiko Selalu Ada, Kewaspadaan Tetap Perlu

Soal potensi kerusakan, Nur tidak menutup kemungkinan. Semua bergantung pada kombinasi kekuatan dan kedalaman gempa yang terjadi.

“Jika dangkal dan kekuatan gempanya besar, bisa menimbulkan kerusakan. Tapi tetap berdasarkan kondisi yang dirasakan,” tandasnya.

Rangkaian gempa kecil ini mungkin tak meninggalkan retakan di dinding rumah. Namun, menyisakan pesan penting: Tuban memang bukan episentrum, tapi tetap bagian dari sistem geologi yang dinamis. Kewaspadaan, sekecil apa pun guncangannya, tetap menjadi kunci. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Gempa Tuban #bumi ronggolawe #BMKG Tuban #2025 #Kepanikan Massal #gempa kecil