RADARBONANG.ID – Status “nyaman” sebagai satu-satunya bioskop di Kota Legen resmi masuk hitungan mundur.
Kehadiran bioskop XXI di Citimall Tuban menjadi penanda babak baru persaingan industri hiburan layar lebar.
Arena yang dulu sepi kompetisi, kini berubah jadi medan adu daya tarik.
Selama bertahun-tahun, New Star Cineplex (NSC) Tuban berdiri sendirian melayani penikmat film. Tanpa pesaing, pasar relatif stabil.
Namun situasi itu langsung berubah ketika jaringan bioskop raksasa nasional—bahkan internasional—memastikan ekspansinya ke Tuban.
Masuknya bioskop XXI bukan sekadar tambahan tenant hiburan. Ini adalah sinyal tegas bahwa pasar film di Tuban dinilai matang dan menjanjikan.
Bagi NSC, itu berarti satu hal: monopoli selesai, kompetisi dimulai.
Membelah Pasar Penonton
Manajer NSC Tuban Inti Yuwono tak menampik dampak tersebut. Ia menyebut kehadiran bioskop XXI di Citimall Tuban otomatis membelah pasar penonton yang selama ini mereka kuasai.
“Pastinya dengan kehadiran XXI di Citimall akan mengurangi pasar bioskop lokal, konsumen kami jelas akan terbagi,” katanya.
Menurut pria yang akrab disapa Intiong itu, persaingan kali ini tidak bisa dihadapi dengan jurus promosi agresif. Baik dari sisi film maupun harga tiket, NSC dan XXI berada di level yang relatif setara.
Jika salah satu bermain promo, yang lain dipastikan merespons dengan langkah serupa.
Intiong juga mengakui, skala permainan XXI berada di level berbeda. NSC adalah pemain lokal, sementara XXI merupakan jaringan besar dengan pengalaman panjang di industri hiburan.
“Jadi kami hanya bisa mengikuti XXI seperti apa, selebihnya kami tidak bisa melawan atau menolak kehadiran mereka,” lanjutnya lugas.
Meski demikian, Intiong menegaskan bahwa persaingan antara NSC dan XXI di kota-kota lain berjalan relatif sehat. Tidak ada catatan saling banting harga yang berujung gulung tikar.
“Jadi persaingan NSC dengan dengan XXI termasuk sehat, tidak ada indikasi saling menjatuhkan,” tambahnya.
Realistis, tapi NSC Melihat sebagai Peluang
Di balik nada realistis itu, terselip optimisme yang tetap dijaga. Intiong tak menutup mata, kehadiran XXI sempat menimbulkan kekecewaan. Namun seiring waktu, ia melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman semata.
Menurutnya, Citimall sebagai magnet baru akan mengerek arus pengunjung dari luar daerah. Jika penonton XXI membludak, NSC justru bisa menjadi opsi pelarian. Pasar bisa tumbuh, bukan sekadar terbagi.
“Pastinya keberadaan Citimall saya harap dapat menarik lebih banyak investor di Tuban dan semakin terbukanya lapangan usaha yang membuat penduduk daerah lain juga akan berbondong-bondong kemari. Hal itu juga akan berdampak untuk NSC. Seandainya penonton di XXI penuh, masih terdapat NSC sebagai pilihan,” tandasnya.
Bagi industri hiburan Tuban, persaingan ini bisa menjadi ujian sekaligus katalis. Bagi NSC, ini bukan lagi soal bertahan sendirian, melainkan membuktikan bahwa pemain lokal masih punya daya saing di tengah masuknya raksasa. (*)
Editor : Amin Fauzie