Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Industri Tumbuh, Sawah Tetap Menghidupi: Pertanian Kuasai Penyerapan Tenaga Kerja Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:30 WIB
Photo
Photo

RADARBONANG.ID – Deru mesin pabrik memang semakin sering terdengar di Tuban.

Cerobong industri berdiri megah, investasi terus mengalir. Namun di balik wajah industrial itu, denyut kehidupan mayoritas warganya masih berdetak dari sawah, ladang, dan kebun.

Data berbicara tegas: sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Bumi Ronggolawe.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Agustus 2023 hingga Agustus 2025, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dan jasa menunjukkan tren meningkat.

Sebaliknya, sektor industri—yang kerap dianggap simbol kemajuan ekonomi—justru mengalami penurunan serapan tenaga kerja dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023, sektor pertanian menyerap 39,52 persen pekerja.

Angka itu naik 1,84 persen poin pada 2024 menjadi 41,36 persen, lalu kembali bertambah 0,56 persen poin hingga mencapai 41,92 persen pada 2025.

Kenaikan ini menunjukkan konsistensi peran pertanian sebagai penopang utama lapangan kerja di Tuban.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sektor industri. Pada 2023, sektor ini menyerap 20,47 persen tenaga kerja.

Namun porsinya turun 2,24 persen poin menjadi 18,23 persen dan kembali merosot 0,92 persen poin hingga tinggal 17,31 persen pada 2025.

Faktor Pendidikan Menjadi Kunci

Statistisi Ahli Muda BPS Tuban, Triana Puji lestari, mengurai akar persoalan di balik dominasi sektor pertanian.

“Orang-orang tanpa sekolah pun bisa hanya untuk bertani seperti mencangkul atau mencabut rumput. Makanya, sektor ini mendominasi,” ujarnya.

Faktor pendidikan menjadi kunci. Rendahnya tingkat pendidikan pada sebagian masyarakat Tuban secara alamiah mendorong mereka masuk ke sektor yang tidak mensyaratkan keahlian teknis khusus. Pertanian menjadi pilihan paling realistis sekaligus paling tersedia.

Triana menegaskan, cakupan sektor pertanian juga sangat luas. Tidak hanya sawah, tetapi mencakup perkebunan, perikanan, hingga peternakan.

“Lingkupnya luas dan mampu menampung lebih banyak tenaga kerja di Kota Legen,” jelasnya.

Industri di Tuban Didominasi Sektor Padat Modal

Di sisi lain, wajah industri di Tuban didominasi oleh sektor padat modal. Mesin dan teknologi mengambil peran besar dalam proses produksi. Konsekuensinya, kebutuhan tenaga kerja menjadi lebih ramping.

“Pekerja di sektor industri ini juga diharuskan memiliki keahlian tertentu. Tidak semua orang yang lulus kuliah bisa langsung masuk ke perusahaan industri ini,” imbuh Triana.

Gambaran akan berubah pada industri padat karya. Contohnya pabrik rokok yang relatif mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dari berbagai latar pendidikan, meskipun beberapa posisi tetap mensyaratkan keterampilan khusus, terutama pada pengoperasian mesin.

Sektor Jasa Merangkak Naik

Sementara itu, sektor jasa terus merangkak naik sebagai penyangga kedua penyerapan tenaga kerja.

Pada 2023, sektor ini menyumbang 40,00 persen tenaga kerja. Angka tersebut tumbuh menjadi 40,41 persen pada 2024 dan kembali meningkat hingga 40,76 persen pada 2025.

Sektor jasa meliputi spektrum luas: perdagangan, transportasi dan pergudangan, akomodasi, hiburan, hingga layanan profesional seperti kesehatan, pendidikan, dan keuangan.

“Karena bidangnya banyak, sektor jasa ini juga menjadi lapangan usaha yang banyak menyumbang penyerapan tenaga kerja setelah sektor pertanian,” tandas Triana.

Fakta ini menegaskan satu hal: industrialisasi di Tuban belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penciptaan lapangan kerja.

Sawah dan ladang masih menjadi tempat paling setia bagi warga mencari nafkah—sebuah realitas yang perlu dibaca jernih saat merumuskan arah pembangunan ke depan. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tenaga kerja Tuban #sektor pertanian Tuban #data BPS Tuban 2023 2025 #penyerapan tenaga kerja #industri padat modal Tuban