Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Daripada Nganggur di Lemari, Mending Buku Lama Kamu Jadi Amalan di Perpusda Tuban

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 5 November 2025 | 23:10 WIB
Buku-buku usang di rak rumahmu bisa lebih berguna dari yang kamu kira. Di Perpusda Tuban, halaman lamanya bisa lahir lagi jadi sumber ilmu baru.
Buku-buku usang di rak rumahmu bisa lebih berguna dari yang kamu kira. Di Perpusda Tuban, halaman lamanya bisa lahir lagi jadi sumber ilmu baru.

RADARBONANG.ID – Jangan kira memperkaya isi perpustakaan cuma tugas negara.

Di Tuban, banyak warga yang diam-diam ikut menyumbang ilmu — lewat tumpukan buku yang dulu mungkin cuma nganggur di lemari atau rak rumah berdebu.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban, Masykuri, membenarkan bahwa geliat masyarakat untuk ikut menghidupkan Perpusda lewat hibah buku mulai terasa.

“Sebagian koleksi kami memang hibah dari masyarakat. Tahun ini juga sudah banyak masyarakat yang menghibahkan buku-buku mereka,” ujar Masykuri.

Masykuri mengaku belum bisa menyebut jumlah pastinya — mungkin karena saking banyaknya atau belum sempat direkap satu per satu.

Yang jelas, tiap pekan selalu saja ada tumpukan baru datang: mulai dari buku fiksi lawas, karya sastra modern, sampai buku motivasi dan kamus.

Buku yang Masuk Diverifikasi Kelayakannya

Namun, pihaknya tidak asal terima. Ada “sensor moral” dan “uji fisik” yang wajib dilalui setiap buku yang ingin jadi warga baru rak Perpusda.

“Buku yang disumbangkan tidak boleh mengandung unsur SARA, tidak boleh memuat konten dewasa, dan harus dalam kondisi layak dibaca,” jelas pejabat asal Bojonegoro itu.

Prosesnya pun cukup serius. Buku yang masuk akan diverifikasi satu per satu — dicek kondisi fisiknya, dicatat bibliografinya, dan diperiksa isinya.

“Kalau tidak memenuhi kualifikasi, maka buku tersebut akan kami simpan saja dan tidak kami layankan untuk pemustaka yang datang ke sini,” tambahnya.

Tak Ada Batasan Menyumbang

Menariknya, tak ada batasan berapa jumlah buku yang boleh disumbang. Mau satu, sepuluh, atau satu kardus penuh — semua boleh, selama masih layak dan tidak melanggar aturan.

“Yang terpenting, buku-buku tersebut tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang. Jika memenuhi kriteria, maka buku hibah tersebut akan kami pajang di rak-rak buku dan kami layankan pada pemustaka,” tandasnya.

Gerakan donasi buku ini seperti napas baru bagi Perpusda. Di tengah tren minat baca yang kadang cuma jadi jargon, setidaknya masih banyak warga Tuban yang mau berbagi pengetahuan nyata.

Dan siapa tahu, buku lama kamu yang dulu cuma jadi ganjalan pintu, besok bisa jadi penyelamat bagi anak SMA yang sedang cari inspirasi menulis.

5 Buku Lama yang (Masih) Layak Kamu Sumbang ke Perpusda:

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
Perpusda Tuban hibah buku masyarakat Dinas Perpustakaan Tuban donasi buku Tuban gerakan literasi Tuban