Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gedung Rp 4,2 M Ambles Dihantam Hujan Dua Hari — KNPI Tuban Sindir: Kajian Awalnya ke Mana?

M. Mahfudz Muntaha • Senin, 3 November 2025 | 15:15 WIB
Warga menunjuk bagian Puskesmas Jatirogo yang ambles usai diguyur hujan dua hari. Bangunan Rp4,2 miliar itu kini nyaris tak bisa difungsikan.
Warga menunjuk bagian Puskesmas Jatirogo yang ambles usai diguyur hujan dua hari. Bangunan Rp4,2 miliar itu kini nyaris tak bisa difungsikan.

RADARBONANG.ID – Gedung Puskesmas Jatirogo yang ambles diterjang hujan dua hari bukan cuma bikin warga geleng-geleng kepala, tapi juga memantik tanda tanya besar: bagaimana bisa fasilitas kesehatan baru berumur lima tahun ambles secepat itu?

Bangunan senilai Rp 4,2 miliar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jatirogo itu kini nyaris lumpuh fungsi.

Padahal, bangunan tersebut seharusnya jadi penopang pelayanan kesehatan di wilayah barat Tuban.

Pertanyaan itu juga datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban. Organisasi kepemudaan itu menilai, ada yang janggal dari proses perencanaan dan pembangunan Puskesmas yang selesai pada 2019 lalu.

“Kok bisa sampai rusak seperti ini, tentu sangat disayangkan,” ujar Plt Ketua KNPI Tuban, Wawan Purwadi.

Bangunan Umur Lima Tahun Kok Sudah Ambles?

Wawan—yang juga aktivis lama asal Tambakboyo—mengaku heran. Bangunan publik seperti Puskesmas seharusnya dirancang tahan puluhan tahun.

Tapi kali ini, baru lima tahun sudah ambles hanya karena hujan deras dua hari.

“Umumnya bangunan akan didesain untuk bisa bertahan selama puluhan tahun, tapi ini baru lima tahun sudah rusak karena faktor alam,” tegasnya.

Menurut Wawan, kejadian ini tidak akan separah itu kalau sejak awal proyek sudah mempertimbangkan kajian geoteknik dan kondisi tanah.

Apalagi posisi puskesmas berada tak jauh dari aliran sungai yang rawan pergeseran tanah.

“Kalau sejak awal sudah ada antisipasi berdasarkan kajian matang, tentu potensi kerusakan dari faktor alam bisa diantisipasi. Kalau sudah seperti ini (ambles, Red) kemudian tidak bisa digunakan, tentu bangunan dengan anggaran Rp 4,2 miliar itu akan mangkrak ke depannya,” ujarnya.

Desak Evaluasi dan Transparansi Hasil Kajian

KNPI Tuban mendesak agar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) serta Dinas PUPR-PRKP Tuban segera membeberkan hasil kajian teknis terkait kondisi terkini bangunan tersebut.

“Pihak Dinkes harus mempersiapkan diri untuk opsi ganti tempat baru. Nantinya juga harus transparan terkait hasil kajian Dinas PUPR-PRKP Tuban apakah puskesmas masih bisa ditempati atau tidak. Agar masyarakat tahu ada apa sebenarnya bangunan tersebut,” imbuhnya.

Jadi Cermin untuk Proyek Fasilitas Kesehatan Lain

Lebih jauh, mantan aktivis PMII Tuban ini menegaskan, kasus amblesnya Puskesmas Jatirogo harus jadi pelajaran mahal bagi pemerintah daerah.

Jangan sampai proyek fasilitas publik dibangun tanpa mempertimbangkan potensi bencana alam di wilayah sekitar.

“Kejadian ini harus menjadi evaluasi dari Dinkes P2KB ketika akan membangun fasilitas kesehatan baru. Jangan sampai baru saja dibangun tapi sudah rusak,” tandasnya.

Wawan menutup dengan nada sindiran: pemilihan lahan bukan cuma soal lokasi strategis, tapi juga soal nyawa bangunan.

“Jangan salah tempat, pemilihan lahan yang jauh dari potensi kerusakan itu penting,” pungkasnya.

Bangunan ambles bisa diperbaiki. Tapi rasa percaya publik yang ikut runtuh—itu yang lebih sulit dipulihkan.

Puskesmas seharusnya jadi simbol kehadiran negara di garda depan pelayanan kesehatan. Bukan malah jadi monumen diam dari perencanaan yang tergesa dan pengawasan yang tumpul. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Bangunan ambles #Puskesmas Jatirogo #Infrastruktur publik #Dinas Kesehatan Tuban #KNPI Tuban