Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gaspol Ekonomi Kreatif! Workshop AI Kolaborasi Radar Tuban–Disnakerin Jadi Bukti Dukungan Nyata Program Bupati Tuban Mas Lindra

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:15 WIB
Yavid Rahmat Perwita, pemateri dari Diskominfo Tuban, memberikan arahan kepada peserta saat sesi praktik penggunaan kecerdasan buatan dalam Workshop  Batch 1 di Grand Javanilla, Selasa (28/10).
Yavid Rahmat Perwita, pemateri dari Diskominfo Tuban, memberikan arahan kepada peserta saat sesi praktik penggunaan kecerdasan buatan dalam Workshop Batch 1 di Grand Javanilla, Selasa (28/10).

RADARBONANG.ID – Kecerdasan buatan (AI) akhirnya turun gunung di Bumi Ronggolawe.

Bukan lewat jargon futuristik, tapi lewat aksi nyata: Workshop “AI Develops Creative Economy” Batch 1, hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Tuban dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban.

Gelombang pertama yang digelar di Grand Javanilla, Jalan M. Yamin, sejak Selasa (28/10) diikuti 50 peserta lintas bidang, mulai pelaku UMKM, mahasiswa, hingga pegiat konten digital.Workshop “AI Develops Creative Economy” Gelombang 1 bakal berlangsung hingga Kamis (30/10).

Langkah ini bukan sekadar pelatihan. Tapi bagian nyata dari arah kebijakan Bupati Aditya Halindra Faridzky untuk mempercepat transformasi ekonomi kreatif berbasis digital di Tuban.

AI Bukan Ancaman, tapi Jalan Baru

Workshop dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tuban, Agus Wijaya, didampingi Kepala Disnakerin Tuban Rohman Ubaid dan Direktur Jawa Pos Radar Tuban, Tulus Widodo.

Dalam sambutannya, Agus menegaskan pentingnya adaptasi terhadap teknologi di tengah era digital yang serba cepat.

“Di era digital sekarang ini, semuanya memerlukan adaptasi teknologi. Dengan bantuan AI, jaringan pemasaran bisa diperluas. Pun bagi mereka yang sudah bekerja, diharapkan bisa meningkatkan kinerja. Sementara yang belum bekerja bisa menciptakan lapangan kerja baru,” tuturnya.

Pernyataan itu bukan basa-basi. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Tuban tidak ingin masyarakatnya hanya jadi penonton di tengah revolusi teknologi global.

AI—yang dulunya dianggap ancaman—kini justru dipeluk sebagai alat untuk memperluas peluang dan membuka lapangan kerja baru.

Kolaborasi Nyata, Bukan Seremonial

Sementara itu, Kepala Disnakerin Tuban Rohman Ubaid menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan media dalam mengasah kreativitas generasi muda.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk para peserta dalam mengembangkan kompetensi di bidang digital,” harapnya.

Ubaid juga menegaskan bahwa era modern menuntut SDM yang lincah dan adaptif.

“Melalui pelatihan ini, kami menyiapkan SDM yang mampu bersaing di pasar kerja. Jika hasil evaluasi kegiatan ini positif, tentu kami akan melanjutkan di tahun-tahun berikutnya,” tandas mantan Kabag Humas Pemkab Tuban itu.

Di balik nada tenangnya, terselip pesan keras: Tuban tak bisa lagi hanya bertumpu pada industri konvensional.

Butuh inovasi, energi muda, dan digitalisasi agar ekonomi lokal tak tertinggal dari daerah lain.

Dan workshop ini menjadi salah satu “bengkel ide” untuk membangun arah baru itu.

Radar Tuban Dorong Gerakan Literasi Digital

Direktur Jawa Pos Radar Tuban, Tulus Widodo, menyebut kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang belajar, melainkan wadah kolaborasi dan lahirnya gagasan baru untuk kemajuan Tuban.

“Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat nyata bagi seluruh peserta. Di masa depan, kami ingin melihat adanya kisah-kisah sukses yang lahir dari kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Tulus, Radar Tuban ingin membuktikan bahwa media bukan cuma penyampai berita, tapi juga penggerak perubahan sosial dan ekonomi.

Lewat sinergi dengan pemerintah daerah, media lokal seperti Jawa Pos Radar Tuban bisa menjadi jembatan antara kebijakan, teknologi, dan masyarakat.

Belajar Langsung dari Praktisi AI

Agenda hari pertama menghadirkan dua pemateri utama.Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban, Dwi Setiyawan, membahas tajam tentang ancaman dan adaptasi manusia di tengah ekspansi AI.

Ia mengajak peserta melihat AI bukan sebagai lawan, tapi rekan kerja cerdas yang harus dikendalikan.

Sesi berikutnya diisi oleh praktisi AI asal Tuban, Yavid Rahmat Perwita, yang menekankan penggunaan AI secara praktis dalam pekerjaan, tugas sekolah, hingga pembelajaran umum.

Para peserta diajak praktik langsung—mulai mengenali tools populer hingga memanfaatkannya untuk menciptakan strategi bisnis dan konten digital.

Setiap peserta juga mendapat modul, tas, dan kaus pelatihan sebagai simbol komitmen mereka menjadi bagian dari generasi digital Tuban.

Dukungan Lintas OPD dan Komitmen Keberlanjutan

Workshop ini juga dihadiri perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP).

Kehadiran keduanya mempertegas bahwa program ini selaras dengan visi besar Bupati Aditya Halindra Faridzky: membangun SDM unggul dan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Lewat kegiatan ini, Disnakerin bersama Radar Tuban ingin mencetak talenta muda lokal yang tidak hanya konsumtif terhadap teknologi, tapi juga produktif dan inovatif.

Langkah Strategis Menuju “Tuban Cerdas”

Langkah-langkah kecil seperti ini menjadi pijakan penting menuju “Tuban Smart City” versi Bupati Mas Lindra, di mana kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat menjadi kunci. 

Dunia sedang berlari dengan kecepatan algoritma, dan Tuban — lewat gerakan kecil ini — memilih ikut berlari, bukan menunggu tertinggal.

AI mungkin tak bisa menggantikan sentuhan manusia, tapi bisa memperluas daya jelajah manusia.

Dan ketika inovasi digerakkan oleh kolaborasi, bukan kompetisi, itulah titik di mana masa depan mulai ditulis. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#AI Tuban #workshop ai #ekonomi kreatif #pelatihan AI #artificial intelligence #tuban