Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Setelah Isi Pertalite, Motor Ngadat! Warga Tuban Protes, Pertamina Didesak Klarifikasi

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 27 Oktober 2025 | 23:43 WIB
Sejumlah warga Tuban menunjukkan sampel Pertalite yang tampak keruh dan bercampur endapan (kiri). Motor milik warga mati mendadak usai pengisian bahan bakar tersebut (kanan).
Sejumlah warga Tuban menunjukkan sampel Pertalite yang tampak keruh dan bercampur endapan (kiri). Motor milik warga mati mendadak usai pengisian bahan bakar tersebut (kanan).

RADARBONANG.ID – Suara mesin motor warga Tuban belakangan terdengar tak normal. Brebet, tersendat, bahkan beberapa langsung mati total tak lama setelah diisi bahan bakar.

Keluhan pun merebak di jalanan, bengkel, hingga media sosial. Satu dugaan menguat: Pertalite turun kelas.

Laporan serupa datang dari berbagai titik SPBU sekitar perkotaan Tuban. Banyak pengendara mulai curiga dengan kualitas BBM berwarna hijau terang itu.

Salah satunya Tina Rani, warga Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Motor matiknya mendadak rewel sehari setelah diisi pertalite, Minggu (26/10).

“Tidak tahu kenapa seperti ini, padahal biasanya normal dan tidak terjadi masalah setelah isi BBM,” ujarnya.

Tina mengaku selalu setia menggunakan BBM RON 90 itu. Tapi kali ini motornya seperti kehilangan tenaga. “Biasanya nggak pernah seperti ini,” keluhnya.

Kejadian serupa dialami Hartono, warga Jalan Pahlawan, Tuban. Ia juga mengaku motornya mendadak brebet setelah isi bensin di SPBU setempat.

‘’Mungkin setelah ini saya memilih BBM jenis pertamax untuk lebih amannya,” ucapnya.

Hartono menambahkan, banyak temannya mengalami hal serupa. “Kalau dibiarkan, masyarakat bisa rugi. Motor jadi sering bermasalah,” tegasnya.

Warga Berharap Langkah Cepat Pemerintah

Ia berharap ada langkah cepat dari pemerintah dan Pertamina untuk menelusuri penyebabnya.

Sementara itu, Johan, petugas SPBU 54.623.05 Sleko Tuban, mengaku hanya menjalankan tugas sesuai distribusi resmi dari Pertamina.

“Untuk konfirmasi lebih jelasnya lebih baik langsung ke Pertamina saja. Sebab, hal teknis lainnya seperti jumlah kandungan dalam bahan bakar tentunya pihak Pertamina yang lebih paham,” ujarnya singkat.

Pantauan di lapangan, kemarin siang memang banyak pengendara tampak menepi di sejumlah ruas jalan protokol. Motor mereka mati mendadak, sebagian terlihat diservis di pinggir jalan.

Pertamina Turunkan Tim ke Lapangan

Kondisi itu akhirnya sampai ke telinga Pertamina. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi membenarkan adanya laporan dari warga Tuban.

“Kami akan melakukan pengecekan lebih dulu di lapangan. Kami belum bisa memastikan hal ini berkaitan dengan program percampuran pertalite dengan etanol,” terang Ahad.

Tim dari Pertamina disebut sudah diturunkan untuk memeriksa langsung di beberapa SPBU yang dilaporkan bermasalah.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada hasil resmi dari pemeriksaan tersebut.

Sementara itu, bengkel-bengkel di sekitar kota justru mulai ramai oleh motor yang mengeluh serupa: ngadat setelah isi pertalite.

Jika benar BBM turun kualitas, persoalan ini bisa melebar. Sebab, hampir 80 persen kendaraan roda dua di Tuban mengandalkan bahan bakar bersubsidi itu untuk mobilitas harian.

Masyarakat berharap, Pertamina tak hanya memeriksa, tapi juga menjelaskan secara transparan hasil uji laboratorium bahan bakar yang diduga bermasalah tersebut.

Untuk saat ini, satu hal pasti: warga mulai was-was setiap kali menatap nozzle berwarna hijau di SPBU. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Pertamina investigasi BBM #SPBU Tuban bahan bakar rusak #Kualitas Pertalite turun #Pertalite Tuban bermasalah #Motor brebet setelah isi Pertalite