RADARBONANG.ID – Setelah lama jadi wacana, pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban akhirnya bergerak nyata.
Targetnya beroperasi Juni 2026, tapi aktivitas awal di lapangan sudah mulai bergeliat sejak pekan ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Bonang di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban beberapa hari lalu, tampak sejumlah alat berat dan petugas dari Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menancapkan alat sondir dan bor di sejumlah titik lahan milik Pemkab Tuban seluas tujuh hektare.
Tahap ini bukan sekadar formalitas. Uji tanah jadi fondasi awal untuk memastikan desain dan kekuatan konstruksi tak asal jadi.
“Pengambilan sampel (tanah, Red) ini untuk mencari kekerasan tanah yang nantinya akan berpengaruh terhadap rencana desain atau pondasi pada konstruksi gedung SR sebelum dibangun,” ujar David Sholahudin, koordinator tim lapangan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jatim.
David menjelaskan, pengujian dilakukan di 12 titik: lima untuk pengeboran, tujuh untuk pengukuran sondir.
“Pengukuran sondir dilakukan untuk mengetes ketahanan dan struktur tanah sebelum pembangunan dimulai,” imbuhnya.
Tak ada waktu bersantai. Pengujian hanya diberi tenggat dua pekan, dari 20 hingga 31 Oktober.
“Kami hanya diberikan waktu dua pekan. Berdasarkan petunjuk dari pusat, pembangunannya akan dimulai awal Desember mendatang,” kata David.
Bisa Tampung Seribu Siswa
Jika jadwal tidak meleset dan alat berat benar-benar turun awal Desember, Kementerian PU hanya punya waktu tujuh bulan untuk merampungkan proyek ambisius ini.
Waktu yang superketat—bahkan untuk ukuran proyek pendidikan lintas jenjang.
Namun target itu bukan janji kosong. Dalam kunjungan Agustus lalu, Sekretaris Ditjen Perlindungan Sosial (Linjamsos) Kemensos Beni Sujanto menegaskan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada proyek ini.
“Harapannya pembangunan gedung permanen SR bisa tuntas sebelum tahun ajaran baru pada tahun depan. Gedung baru tersebut diharapkan dapat menampung 1.000 siswa dari rombel SD, SMP, dan SMA,” ujarnya penuh optimisme.
Proyek Fisik Dimulai Desember
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo, memastikan bahwa pelaksanaan fisik proyek bakal dimulai Desember mendatang.
“Semoga tidak ada kemoloran, sebab dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap siswa dalam proses pembelajaran di ruang kelas,” tandasnya.
Proyek SR Terintegrasi ini memang jadi “anak emas” baru dalam peta pendidikan sosial di Tuban.
Selain menggabungkan pendidikan dasar hingga menengah dalam satu kawasan, konsep ini juga menampung anak-anak rentan sosial agar tetap punya akses pendidikan yang layak.
Kalau semua berjalan sesuai rencana, Juni 2026 nanti deru mesin bor dan cor akan berganti dengan riuh suara anak-anak belajar di gedung baru mereka. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah