Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gudang BBM di Senori Terbakar, Diduga Ilegal dan Tanpa Proteksi Kebakaran!

Andreyan (An) • Kamis, 23 Oktober 2025 | 21:55 WIB
ILustrasi kebakaran
ILustrasi kebakaran

RADARBONANG.ID – Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari arah Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Rabu (22/10) pagi.

Warga sempat panik, mengira kawasan Pertamina EP yang terbakar. Tapi ternyata bukan—sumber api berasal dari sebuah gudang pangkalan BBM milik warga setempat yang diduga tak mengantongi izin usaha resmi.

“Mulanya saya mengira yang terbakar kawasan Pertamina, sebab asapnya berasal dari sana. Setelah saya cek ternyata milik gudang pangkalan BBM,” ujar Ali, warga sekitar.

Asap hitam tebal bercampur bau menyengat membuat suasana desa itu mencekam. Warga di sekitar lokasi kalang kabut mengevakuasi diri dan barang berharga.

Kekhawatiran makin besar lantaran gudang tersebut berjarak tak jauh dari permukiman penduduk dan sekolah SMPN 1 Senori.

Siswa Dipulangkan, Bau Menyengat dan Diduga Beracun

Demi keselamatan, aktivitas belajar mengajar langsung dihentikan. Pihak sekolah mengambil langkah cepat memulangkan seluruh siswa.

“Seluruh siswa dipulangkan demi keamanan, sebab asap kebakaran membawa bau yang menyengat dikhawatirkan beracun,” terang Masti’ah, salah satu guru di SMPN 1 Senori.

Dari pantauan lapangan, asap hitam terus membubung hingga radius beberapa kilometer. Bau solar bercampur aspal terbakar tercium tajam hingga menembus dinding rumah warga.

Percikan Api dari Truk Aspal, Api Melahap Tong-Tong Solar

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, mengonfirmasi pihaknya mengerahkan tiga armada mobil pemadam untuk menjinakkan api yang sudah membesar.

“Total ada tiga armada (mobil pemadam kebakaran, Red) yang memadamkan di lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari bagian belakang mobil pengangkut aspal yang sedang parkir di dekat gudang.

Percikan dari truk itu kemudian menyambar tong-tong berisi solar di sekitar lokasi hingga menimbulkan ledakan kecil.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sopir truk sempat menyelamatkan diri saat api membesar,” jelas mantan camat Bancar itu.

Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk menaklukkan kobaran api. Sementara sisa gudang dan drum-drum solar tampak hangus nyaris tak bersisa.

Namun yang lebih mengejutkan, petugas tidak menemukan satu pun alat pemadam ringan (APAR) di lokasi kejadian.

“Setiap bangunan tempat usaha mestinya wajib memiliki proteksi keamanan kebakaran, apalagi bangunan ini menyimpan BBM dan memiliki risiko kebakaran yang tinggi,” beber Sutaji. 

Diduga Tak Berizin dan Langgar SOP Keamanan

Ketiadaan alat proteksi dan minimnya standar keamanan memunculkan dugaan kuat bahwa gudang BBM tersebut beroperasi tanpa izin resmi. Meski begitu, Sutaji enggan berspekulasi lebih jauh.

“Idealnya bangunan atau tempat usaha yang berizin memiliki SOP keamanan yang baik,” tandasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait status legalitas gudang tersebut.

Namun sumber internal menyebut, bangunan itu bukan pangkalan resmi Pertamina dan diduga menimbun bahan bakar jenis solar untuk kebutuhan industri lokal.

Kebakaran ini menjadi alarm keras bagi Pemkab Tuban dan aparat penegak hukum.

Selain soal kelalaian keselamatan, kasus tersebut juga menyoroti praktik usaha BBM nonresmi yang kerap luput dari pengawasan.

Jika benar gudang itu ilegal, maka kebakaran ini bukan sekadar musibah—tapi indikasi kelalaian sistemik dan lemahnya pengawasan distribusi BBM di tingkat lokal.

Kebakaran di Senori ini menambah daftar panjang insiden kebakaran akibat lemahnya pengawasan tempat usaha berisiko tinggi.

Publik menanti langkah tegas Pemkab Tuban—apakah hanya padamkan apinya, atau juga berani menelusuri siapa di balik bisnis BBM ilegal ini.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#gudang BBM ilegal #SMPN 1 Senori #Senori Tuban #kebakaran gudang solar #kebakaran Tuban