RADARBONANG.ID - Harga bahan pokok di Tuban hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, menunjukkan kondisi yang relatif stabil di sebagian besar komoditas utama.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Bonang di tingkat konsumen, tidak ada perubahan signifikan pada beras, minyak goreng, daging, dan telur.
Namun, beberapa komoditas seperti cabe merah keriting, bawang merah, dan buncis tercatat mengalami kenaikan harga.
Untuk komoditas beras, baik beras premium maupun beras medium masih bertahan di harga Rp14.900 dan Rp12.000 per kilogram.
Begitu juga dengan gula kristal putih yang stabil di Rp16.000 per kilogram.
Harga minyak goreng juga tidak berubah, dengan minyak curah Rp19.500 per kilogram, minyak kemasan sederhana Rp18.500 per liter, dan merek Minyakita tetap di Rp16.000 per liter.
Sektor protein hewani juga menunjukkan kestabilan. Daging sapi paha belakang dijual di harga Rp120.000 per kilogram, daging ayam ras Rp35.000, dan daging ayam kampung Rp78.000 per ekor.
Sementara telur ayam ras tetap di Rp29.500 per kilogram dan telur ayam kampung Rp48.000.
Perubahan harga justru terlihat pada komoditas hortikultura. Cabe merah keriting naik dari Rp53.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, meningkat 3,77 persen.
Bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp33.000 menjadi Rp36.000 per kilogram atau naik 9,09 persen.
Sedangkan buncis naik cukup tinggi dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, meningkat hingga 20 persen.
Sebaliknya, cabe rawit merah justru turun dari Rp28.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, atau turun sekitar 10,71 persen.
Harga sayur lain seperti tomat merah, kentang, kol, dan wortel tidak mengalami perubahan.
Komoditas lain seperti tepung terigu (Rp10.000/kg), kedelai impor (Rp12.000/kg), serta ikan segar seperti bandeng dan kembung juga tetap stabil.
Begitu pula bahan bangunan seperti semen Gresik Rp60.000 per sak dan besi beton berbagai ukuran yang tidak mengalami kenaikan harga.
Secara keseluruhan, harga bahan pokok di Tuban masih dalam kondisi terkendali.
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan kecil, situasi pasar dinilai tetap aman bagi masyarakat menjelang pertengahan Oktober 2025. (*)