RADARBONANG.ID - Jauh sebelum pemerintah menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Tuban ternyata telah lebih dulu menjalankan kebijakan serupa.
Program makan siang bagi siswa sudah menjadi bagian dari rutinitas harian di beberapa lembaga pendidikan, terutama yang menerapkan sistem full day school seperti Insan Kamil dan Al Uswah.
Di lingkungan Yayasan Bina Insan Kamil Tuban, kegiatan makan siang sudah berjalan lama untuk semua jenjang pendidikan—mulai dari kelompok bermain, taman kanak-kanak (KBTK), SD, SMP hingga SMA.
“Sejak awal sekolah didirikan, kami sudah menerapkan program makan siang untuk semua jenjang, dari TPA, KBTK, SD, MI, hingga MA,” kata Kepala Sekolah SMP Techno Insan Kamil, Winartik, kepada Jawa Pos Radar Bonang.
Wiwin—sapaan akrabnya—menjelaskan bahwa penyediaan makan siang di lembaganya dikelola oleh mitra gizi yang berada di bawah pengawasan yayasan.
“Pastinya, menu makan siang yang diberikan untuk para siswa telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia sekolah,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan program MBG dari pemerintah, Wiwin menyebut pihaknya belum menerima distribusi program tersebut.
Namun, jika nantinya program MBG resmi diterapkan di sekolah, pihaknya memastikan kegiatan makan siang yang sudah berjalan tidak akan dihentikan.
“Penawaran dari pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sudah ada. Tapi apakah nanti diterima atau tidak, itu kewenangan pihak yayasan. Yang jelas, sampai saat ini kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari yayasan: apakah akan tetap menerima MBG atau tidak,” tandasnya.
Senada dengan itu, Muhammad Sulthoni, Kepala Sekolah SDIT Al Uswah Tuban, mengungkapkan hal serupa.
Sebelum adanya MBG, sekolahnya juga telah menerapkan makan siang sehat bagi siswa.
Dia membenarkan telah menerima tawaran dari SPPG, tetapi hingga kini belum ada keputusan untuk menerima atau menolak program tersebut.
“Untuk menerapkan MBG, di sekolah kami harus membutuhkan persetujuan dari beberapa pihak, khususnya dari orang tua wali murid,” ujarnya.
Sulthoni menjelaskan, makanan untuk siswa di SDIT Al Uswah selama ini dikelola secara mandiri oleh tim sekolah, bukan melalui jasa katering.
“Kami tidak menggunakan jasa catering. Makan siang untuk anak-anak dikelola oleh tim secara khusus. Makanan yang disajikan sangat sehat, bebas dari kandungan pemanis buatan, pewarna, pengawet, penguat rasa, pengenyal, hingga perasa buatan,” terangnya.
Hanya saja, kedua sekolah swasta ini tidak mengizinkan wartawan Radar Bonang untuk mendokumentasikan menu makan siang yang disajikan untuk peserta didiknya. (*)
Editor : Amin Fauzie