RADARBONANG.ID - Hingga awal Oktober 2025, belum ada satu pun Koperasi Desa maupun Kelurahan Merah Putih (KDMP–KKMP) di Kabupaten Tuban yang mengajukan pinjaman modal usaha ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, apakah karena para pengurus koperasi tidak membutuhkan tambahan modal, atau justru kesulitan memenuhi berbagai syarat pencairan yang ditetapkan.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Abdul Afif, mengungkapkan bahwa pengajuan pinjaman ke Himbara memang membutuhkan persiapan matang, terutama dalam menyusun proposal bisnis yang sesuai ketentuan bank.
“Saat ini masih kami berikan arahan dalam menyusul proposal bisnis yang sesuai dengan ketentuan pihak pemberi pinjaman untuk bisa mendapatkan tambahan modal dalam mengembangkan usaha,” jelas Afif.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan koperasi desa adalah kemampuan manajemen dan kesiapan administratif.
Banyak KDMP dan KKMP yang belum siap secara teknis maupun dokumen untuk mengakses pendanaan.
Afif menjelaskan, koperasi yang saat ini sudah beroperasi umumnya karena sebelumnya telah memiliki modal dasar dan pengalaman.
“Seperti KDMP Pucangan dan Rengel, sebelumnya memang sudah memiliki modal dan pengurusnya sudah berpengalaman,” ujarnya.
Sementara itu, bagi koperasi yang baru terbentuk, pemerintah daerah melalui Diskopumdag masih terus memberikan pendampingan intensif.
Tahapan yang sedang dijalankan meliputi capacity building dan business matching, yang bertujuan agar pengurus koperasi memahami strategi pengembangan usaha secara berkelanjutan.
“Masih terus kami dorong dan pendampingan dalam mengidentifikasi usahanya. Mulai tahap musyawarah desa, hingga mengenalkan pada calon,” terang Afif, menyiratkan bahwa proses penguatan kelembagaan koperasi ini masih berjalan.
Dengan berbagai langkah pembinaan tersebut, diharapkan para pengurus KDMP dan KKMP di Tuban bisa segera memenuhi syarat pengajuan pinjaman modal ke Himbara.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi lokal berbasis koperasi yang mandiri dan berdaya saing. (*)
Editor : Redaksi Radar Bonang