Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Reaktivasi Jalur Kereta Api Jombang-Babat-Tuban Kembali Mengemuka

Andreyan (An) • Senin, 6 Oktober 2025 | 01:05 WIB
Kondisi Stasiun Plumpang tampak terbengkalai Jumat (3/10), imbas penonaktifan jalur kereta api Tuban-Babat pada 1990 silam.
Kondisi Stasiun Plumpang tampak terbengkalai Jumat (3/10), imbas penonaktifan jalur kereta api Tuban-Babat pada 1990 silam.

RADARBONANG.ID - Wacana pengaktifan kembali jalur kereta api Jombang-Babat-Tuban kembali menjadi sorotan publik.

Sejak bertahun-tahun lalu, isu ini selalu digaungkan, tetapi hingga kini belum ada kepastian realisasi.

Terbaru, kabar tersebut muncul setelah Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memasukkan 13 jalur kereta api nonaktif di Pulau Jawa ke dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) hingga 2030.

Salah satu target prioritas jangka panjang sektor perkeretaapian nasional itu adalah jalur Jombang-Babat-Tuban, yang masuk daftar prioritas realisasi pengaktifan.

Jika terealisasi, kabar ini tentu menjadi angin segar bagi warga Tuban.

“Tentunya akan lebih terjangkau, tak perlu jauh-jauh ke Babat atau Bojonegoro jika ingin naik kereta api,” ungkap Harsono, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, saat ditemui wartawan.

Pria paro baya itu pun masih mengingat betul aktivitas kereta api saat jalur tersebut masih aktif pada era 80-90an. “Pada waktu itu, jika hendak ke luar kota naik kereta tak perlu jauh-jauh ke kabupaten tetangga,” tuturnya.

Namun, respons berbeda juga muncul dari sebagian masyarakat. Salah satunya Wanto, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban.

Dia mengingatkan adanya risiko bagi warga yang sudah bermukim di atas rel.

“Banyak warga yang sudah bermukim di atas rel sejak lama, sebelum mengaktifkan jalur lama ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan matang-matang,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait wacana reaktivasi, Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban, Arif Handoyo, menyatakan bahwa hingga kini belum ada petunjuk secara detail.

“Sampai saat ini belum ada pembahasan lagi mengenai reaktivasi jalur kereta api,” jelasnya.

Arif menambahkan, jika pengaktifan jalur lama benar-benar dilakukan, tentu akan ada perencanaan matang dari PT KAI dan Kemenhub.

Terlebih, kondisi saat ini sudah banyak bangunan yang berdiri di sekitar jalur lama.

“Pastinya Kemenhub dan PT KAI sudah punya konsep jika mau reaktivasi,” tandasnya.

Dengan masuknya jalur Jombang-Babat-Tuban dalam RIPNas 2030, wacana reaktivasi kereta api kembali hangat diperbincangkan.

Meski begitu, warga dan pemangku kepentingan masih harus menunggu kepastian perencanaan dan implementasi dari pemerintah. (*)

Editor : Amin Fauzie
#pengaktifan kembali #jalur kereta api #tuban