Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tidak Kerasan di Asrama, Dua Siswa SR Terintegrasi 18 Tuban Mengundurkan Diri

Andreyan (An) • Minggu, 5 Oktober 2025 | 02:10 WIB
Siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tampak fokus mengikuti kegiatan matrikulasi di ruang kelas pada lembaga pendidikan setempat.
Siswa SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban tampak fokus mengikuti kegiatan matrikulasi di ruang kelas pada lembaga pendidikan setempat.

RADARBONANG.ID - Belum genap dua bulan menempati asrama, dua siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban memutuskan untuk mengundurkan diri.

Alasan utamanya cukup sederhana namun manusiawi — keduanya mengaku belum betah tinggal jauh dari keluarga.

Kepala SR Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nisa, membenarkan kabar pengunduran diri tersebut saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bonang.

Dia menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil lantaran kedua siswa belum mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di asrama.

“Sebetulnya, keduanya pada akhir Agustus lalu sudah kami izinkan pulang, sekaligus memberi waktu bagi mereka untuk memutuskan: apakah akan lanjut atau mundur dari SR. Setelah diberi waktu, keduanya memutuskan untuk mundur secara resmi awal September,” ungkap Vera.

Vera menambahkan, kedua siswa yang memilih berhenti tersebut berasal dari jenjang SMA, masing-masing seorang siswa laki-laki dari Kecamatan Palang dan siswi perempuan dari Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban.

Siswa asal Palang resmi mengundurkan diri pada 6 September, sedangkan siswi asal Kingking menyusul pada 13 September.

Lebih lanjut, Vera menegaskan bahwa tidak ada konsekuensi khusus bagi siswa yang mundur. Mereka hanya diwajibkan untuk mengembalikan seluruh fasilitas yang telah diterima selama berstatus siswa SR.

“Kami juga tidak tahu keduanya bakal melanjutkan sekolah di mana setelah mundur, sebab saat ini kedua siswa itu bukan lagi kewenangan SR,” jelasnya.

Terkait kekosongan kursi, Vera mengungkapkan bahwa posisi siswa asal Palang sudah terisi kembali, sementara posisi siswi asal Kingking masih menunggu pengganti.

“Sudah kami laporkan pimpinan, tinggal satu posisi yang belum terisi,” tuturnya.

Mantan guru Bahasa Inggris SMPN 1 Plumpang itu juga mengaku sudah melihat tanda-tanda ketidaknyamanan sejak awal.

Dari pengamatan guru dan pengasuh asrama, kedua siswa yang mundur tersebut tampak kurang berbaur dengan teman-teman lainnya.

“Saya pastikan mundurnya kedua siswa bukan karena bullying ataupun persoalan dengan temannya. Keduanya murni mengundurkan diri karena tak ingin jauh dari keluarga,” pungkas Vera. (*)

Editor : Amin Fauzie
#mengundurkan diri #siswa #Sekolah Rakyat #tuban