Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ombudsman RI Soroti Kasus Keracunan Siswa dan Evaluasi Program MBG

Andreyan (An) • Jumat, 3 Oktober 2025 | 23:25 WIB
Tangkapan layar menu MBG salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Semanding.
Tangkapan layar menu MBG salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Semanding.

RADARBONANG.ID - Ombudsman RI angkat suara terkait maraknya kasus keracunan siswa di berbagai daerah yang diduga akibat menu makan bergizi gratis (MBG), termasuk insiden keracunan enam siswa SMKN Palang pada Rabu (24/9).

Ketua Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, Agus Muttaqin, menyatakan kasus di Tuban masuk catatan Ombudsman bersama sejumlah kasus serupa di daerah lain dan akan menjadi bahan evaluasi.

‘’Kasus keracunan (di Tuban, Red) beriringan dengan sejumlah kasus di berbagai daerah, tentu ini akan menjadi kajian mendalam terutama faktor dugaan penyebabnya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bonang.

Agus menambahkan, hasil kajian institusinya saat ini masih dikoordinasikan melalui kantor pusat.

‘’Sekarang satu pintu, sekarang melalui kantor pusat,’’ katanya singkat.

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, melalui press release menyoroti sejumlah persoalan yang menurunkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

Fokus utama ada pada penerapan SOP di masing-masing SPPG yang dinilai belum konsisten, serta minimnya pengawasan terhadap keamanan dan kelayakan makanan sebelum sampai ke siswa.

Yeka menjelaskan delapan permasalahan yang ditemukan, termasuk kesenjangan antara target dan realisasi capaian, maraknya kasus keracunan massal, serta penetapan mitra yayasan dan SPPG yang kurang transparan dan rawan konflik kepentingan.

‘’Akibatnya, mutu pangan yang sampai ke meja makan siswa tidak sepadan dengan besarnya anggaran yang dikucurkan. Negara membayar dengan kualitas harga premium, sementara kualitas makanan yang diterima anak-anak belum optimal,’’ jelasnya.

Pasca banyaknya kasus keracunan, Yeka menekankan pentingnya perbaikan cepat, terukur, dan transparan dari pihak terkait agar kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dapat kembali pulih.

‘’Terutama soal mengembalikan kepercayaan masyarakat pada program ini,’’ pungkasnya. (*)

Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad (tengah), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri Hery Purnomo (7 dari kiri),  perwakilan Kacabdisdik Kediri dan Nganjuk, bersama pemenang KKA.
Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad (tengah), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri Hery Purnomo (7 dari kiri), perwakilan Kacabdisdik Kediri dan Nganjuk, bersama pemenang KKA.
Editor : Amin Fauzie
#program mbg #sop #kepercayaan publik #ombudsman