RADARBONANG.ID – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky kembali bikin gebrakan!
Kali ini, bupati yang akrab disapa Mas Lindra itu menggandeng KAI Commuterline Basoetta untuk memajang promosi pariwisata Tuban lewat videotron raksasa di Stasiun BNI City Sudirman, Jakarta – salah satu pintu masuk utama wisatawan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Videotron strategis yang dilewati ribuan penumpang setiap hari itu kini memutar kampanye bertajuk #AyoNingTuban.
Pesannya jelas: Tuban siap jadi destinasi wajib mampir, bukan cuma kota persinggahan.
Strategi Berani Ala Lindra Effect
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Mohammad Emawan Putra, menjelaskan kampanye ini adalah bagian dari strategi digital marketing jangka panjang.
“Videotron di stasiun kereta bandara adalah media yang tepat. Kami ingin Tuban tampil di gerbang utama perjalanan udara Indonesia, menjangkau wisatawan domestik dan mancanegara,” tegas Emawan dilansir dari laman disbudporapar.tubankab.go.id.
Gerakan ini sejalan dengan misi Bupati Tuban Mas Lindra yang sejak awal menjabat getol mem-branding Tuban sebagai kota yang ramah wisatawan.
Mas Lindra percaya, jika branding dilakukan agresif dan konsisten, Tuban bisa naik kelas sejajar dengan kota-kota wisata besar lain di Jawa Timur.
Pertama di Indonesia!
Perwakilan KAI Commuter, Non Fare Box Junior Specialist 3, Sobari Fadillah, mengakui Pemkab Tuban adalah instansi pemerintahan pertama yang memanfaatkan videotron di Stasiun BNI City untuk promosi wisata.
“Letaknya strategis di area loket tiket. Harapannya bisa berdampak positif bagi pariwisata Tuban,” ujarnya.
Kampanye ini menyorot ikon wisata Tuban mulai dari pantai, Goa Akbar, makam Sunan Bonang, hingga kuliner khas seperti legen dan siwalan.
Semua dikemas dengan visual modern agar menarik generasi muda dan wisatawan digital.
Misi: Dongkrak Kunjungan Wisata
Tagar #AyoNingTuban bukan sekadar slogan. Ini adalah ajakan terbuka untuk merasakan atmosfer religius, sejarah panjang, dan kuliner autentik Tuban.
Pemkab yakin strategi ini akan mendongkrak angka kunjungan wisata yang tahun lalu sudah tembus ratusan ribu.
Langkah ini juga diharapkan mendorong ekonomi kreatif lokal.
UMKM, pengrajin batik gedog, hingga sektor perhotelan akan ikut menikmati dampak dari peningkatan jumlah wisatawan.
Pesan Mas Lindra: Tuban Harus Berani Tampil
Bupati Tuban Mas Lindra berulang kali menekankan pentingnya “jualan” yang kreatif.
“Kita tidak boleh hanya menunggu wisatawan datang. Tuban harus berani tampil di panggung nasional, bahkan internasional. Ini salah satu caranya,” tegasnya dalam beberapa kesempatan.
Dengan kampanye di stasiun paling sibuk di Jakarta ini, Tuban kini resmi “manggung” di ibu kota.
Pertanyaannya: siapkah kota ini menerima gelombang wisatawan yang lebih besar? (*)
Editor : Amin Fauzie