RADARBONANG.ID - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah untuk menyelesaikan persoalan honorer yang gagal lolos PPPK paruh waktu dan berpotensi dialihdayakan.
“Insyaallah kami sudah menyiapkan solusi,” ungkapnya.
Meski belum merinci secara detail, Aditya memastikan bahwa Pemkab Tuban akan segera menyampaikan langkah-langkah konkret kepada publik.
“Nanti ada langkah-langkah yang akan disampaikan ke publik,” tuturnya.
Pernyataan ini menjadi jawaban atas keresahan banyak tenaga honorer yang merasa masa depan mereka semakin buram.
Kekecewaan mendalam muncul karena pemerintah belum mampu mengangkat mereka menjadi PPPK, sehingga sebagian memilih mengundurkan diri.
Salah satunya adalah IR, honorer Pemkab Tuban yang berencana mundur.
Dia menolak rencana alih daya dan merasa status tersebut justru membuat nasibnya makin tak menentu. Selama hampir sepuluh tahun mengabdi, IR mengaku telah banyak berkorban.
“Sampai saat ini juga belum ada solusi apapun,” bebernya.
IR menceritakan, dirinya kerap datang paling pagi dan pulang paling terakhir selama bekerja. Namun, keputusan untuk resign sudah bulat.
“Saya yakin rezeki pasti ada di tempat lain juga,” harapnya.
Hal serupa diungkapkan MJ, honorer lain yang menyebut kondisi IR bukan kasus tunggal. Menurutnya, banyak rekan yang juga merasakan kekecewaan sama.
“Mereka merasa bahwa tempat yang selama ini menjadi tempat untuk berdedikasi dalam pekerjaan tidak berbuah apapun,” ungkapnya.
Kondisi ini memperlihatkan betapa gentingnya persoalan honorer di Tuban.
Namun, dengan janji solusi yang disampaikan Bupati, ada harapan baru bagi mereka yang selama ini mengabdikan diri di pemerintahan daerah. (*)
Editor : Amin Fauzie