RADARBONANG.ID - Belasan warga Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Tuban, menggelar aksi unjuk rasa ke Mapolres Tuban, Kamis (18/9).
Aksi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa sehari sebelumnya di balai desa setempat.
Mereka menuntut aparat kepolisian segera menangkap dan memeriksa kepala desa setempat, Dono Samuri, terkait dugaan korupsi penyelewengan keuangan Hippa (Himpunan Petani Pemakai Air) senilai Rp 1,1 miliar.
“(Tujuan mendatangi Polres, Red) kami hanya ingin menuntut kejelasan serta transparansi aparat kepolisian dalam penanganan kasus ini,” ujar Ahmad Ikhya’, perwakilan warga, saat ditemui awak media di Mapolres Tuban.
Ikhya’ menjelaskan, laporan dugaan korupsi yang menyeret nama kepala desa itu telah disampaikan ke Polres Tuban sejak awal Agustus lalu.
Namun hingga kini, prosesnya terkesan mandek dan belum ada perkembangan signifikan.
“Untuk itu, kami mendesak polisi untuk segera memeriksa yang bersangkutan (Kades Kepohagung, Red),” tambahnya setelah melakukan audiensi dengan Satreskrim Polres Tuban.
Menurut Ikhya’, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari perangkat desa, anggota BPD, hingga mantan kepala desa setempat.
“Kami juga mendesak polisi segera memeriksa yang bersangkutan (Kades Kepohagung, Red),” tegasnya.
Ketika ditanya alasan polisi belum memanggil Dono Samuri, Ikhya’ menuturkan, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti yang cukup.
“Yang disampaikan, katanya saat ini masih fokus mendalami dan mengumpulkan alat bukti, serta tengah berkoordinasi dengan Inspektorat Tuban sebelum memanggil Pak Kades,” jelasnya.
Ikhya’ menegaskan, warga akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Sementara itu, Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tuban, Iptu Danny Rhakasiwi, membenarkan bahwa tahap penyelidikan masih berlangsung.
Pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti masih dilakukan. Danny menjelaskan, saksi yang telah diperiksa antara lain perangkat desa, anggota BPD, pengurus Hippa, mitra Hippa, serta mantan kepala desa setempat.
“Kurang lebih 11 saksi telah kami periksa,” tandasnya.
Kasus ini menjadi sorotan warga setempat karena melibatkan dana Hippa yang cukup besar, dan warga menekankan pentingnya transparansi serta penegakan hukum yang tegas. (*)
Editor : Amin Fauzie