RADARBONANG.ID – Mengelola koperasi desa tentu bukan hal yang sederhana.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memberikan arahan khusus agar pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memilih bisnis yang minim risiko, terutama bagi desa yang tidak memiliki potensi besar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, menyampaikan bahwa hingga kini baru lima dari total 328 KDMP yang benar-benar sudah beroperasi sejak diresmikan pada 21 Juli lalu.
Sisanya masih menyiapkan administrasi dan mencari peluang usaha yang sesuai dengan kondisi masing-masing desa.
“(Kami targetkan, Red) setiap kecamatan minimal satu-dua yang menjadi percontohan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bonang.
Pilihan Bisnis yang Minim Risiko
Budi menekankan bahwa tidak semua desa harus memiliki potensi besar untuk bisa mengembangkan koperasi.
Desa yang sumber dayanya terbatas tetap bisa menjalankan usaha dengan risiko kecil namun berpeluang stabil.
“Bagi desa yang potensinya kecil, bisa membuka bisnis dengan resiko kecil, seperti membuka BRI link, agen elpiji atau bekerja sama dengan BUMN yang lain,” jelasnya.
Selain mendorong desa pesisir mengembangkan potensi perikanan, Pemkab Tuban juga berkomitmen melakukan pendampingan untuk semua KDMP.
Termasuk memetakan potensi usaha dan risiko bisnis yang mungkin dihadapi masing-masing koperasi.
“Nanti pemkab akan membantu melakukan pemetaan (potensi di masing-masing desa, Red). Termasuk risiko bisnisnya, juga akan kami bantu untuk melakukan pemetaan,” tambah Budi.
Tidak hanya itu, dalam waktu dekat seluruh pengurus KDMP akan dikumpulkan untuk mengikuti pembinaan.
Bahkan, pemkab berencana mendatangkan perusahaan yang dapat mendampingi koperasi dalam mengembangkan usahanya.
“Nanti akan kami datangkan perusahaan yang kira-kira bisa mendampingi koperasi,” pungkasnya.
Dengan pilihan bisnis minim risiko ini, KDMP diharapkan bisa berjalan lebih aman, tetap produktif, dan menjadi penggerak ekonomi desa. (*)