RADARBONANG.ID – Update harga kebutuhan pokok di Tuban, Selasa (16/9) menunjukkan kondisi relatif stabil.
Berdasarkan data pantauan harga konsumen, mayoritas bahan pangan hingga kebutuhan harian tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Harga beras premium masih di kisaran Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras medium tetap Rp13.000 per kilogram.
Gula kristal putih juga bertahan Rp16.000 per kilogram.
Komoditas minyak goreng pun tidak ada pergerakan, dengan harga minyak goreng curah Rp19.500 per kilogram, minyak kemasan sederhana Rp18.500 per liter, kemasan premium Rp20.000 per liter, serta merek Minyakita Rp16.000 per liter.
Untuk kebutuhan protein, harga daging sapi paha belakang stabil di Rp120.000 per kilogram.
Daging ayam ras bertahan Rp35.000 per kilogram, dan ayam kampung Rp80.000 per ekor.
Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp29.000 per kilogram, dan telur ayam kampung Rp48.000 per kilogram.
Komoditas cabai juga cenderung tenang. Cabai merah keriting dipatok Rp55.000 per kilogram, cabai merah besar Rp40.000, dan cabai rawit merah Rp35.000 per kilogram.
Bawang merah dan bawang putih sinco sama-sama stabil di Rp33.000 dan Rp32.000 per kilogram.
Perubahan hanya terlihat pada tomat merah yang mengalami penurunan cukup signifikan.
Harga sebelumnya Rp6.000 per kilogram kini turun menjadi Rp5.000, atau anjlok 16,67 persen.
Sedangkan harga sayuran lain seperti kubis, kentang, wortel, dan buncis masih tetap sama.
Kubis Rp8.000 per kilogram, kentang Rp19.000, wortel Rp17.000, serta buncis Rp12.000 per kilogram.
Untuk ikan segar, bandeng tetap Rp30.000 per kilogram, kembung Rp25.000, tuna Rp40.000, tongkol Rp30.000, dan cakalang Rp25.000 per kilogram.
Dengan mayoritas harga yang stabil, masyarakat Tuban setidaknya bisa bernapas lega.
Namun, turunnya harga tomat merah menjadi catatan positif karena bisa membantu menekan biaya belanja harian rumah tangga.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan dan mencegah gejolak harga mendadak. (*)
Editor : Amin Fauzie