RADARBONANG.ID – Kehidupan baru di asrama Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban mulai membuat para pelajar Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Tuban merasa betah.
Sepekan tinggal di lingkungan tersebut, para siswa sudah menunjukkan senyum ceria dan tawa riang saat ditemui Jawa Pos Radar Bonang, Kamis (21/8).
Santi, siswi kelas VII SMP asal Kecamatan Tambakboyo, mengaku sudah terbiasa dengan rutinitas barunya.
Gadis 15 tahun itu merasa menemukan rumah kedua bersama teman-teman sebaya yang memiliki latar belakang ekonomi serupa.
“Hari pertama masih harus adaptasi, sekarang sudah mulai terbiasa mandiri,” tuturnya.
Menurut Slamet Efendi, salah satu wali asuh siswa SR Terintegrasi 18 Tuban, kehidupan di asrama berjalan dengan disiplin dan terstruktur.
Sejak bangun tidur hingga menjelang istirahat malam, anak-anak dilatih mandiri melalui aktivitas yang dipandu guru dan wali asuh.
Menariknya, kehidupan di asrama membuat para siswa jauh dari pengaruh gadget maupun media sosial.
Ponsel yang dibawa siswa dikumpulkan oleh wali asuh masing-masing.
“Jam atau waktu bermain ponsel hanya diperkenankan di hari Minggu saja, serta jika ada permintaan dari bapak-ibu guru yang mengharuskan siswa menggunakan ponsel untuk kegiatan di sekolah,” jelas Slamet.
Kendati ada pembatasan penggunaan ponsel, para siswa tetap bersemangat menjalani keseharian di asrama.
Mereka tetap bisa berinteraksi dengan keluarga tanpa hambatan.
Para orang tua pun tidak dibatasi untuk menjenguk, selama tidak mengganggu aktivitas belajar.
Slamet menambahkan, pihak asrama juga membuat grup komunikasi bersama wali siswa untuk membagikan aktivitas harian anak-anak.
“Kami membuat grup dengan seluruh wali siswa, di grup itulah kami selalu membagikan kegiatan setiap harinya di asrama sekaligus menjadi obat penenang orang tua di rumah,” pungkasnya.
Kehidupan disiplin, minim gadget, serta penuh interaksi sosial ini diyakini menjadi bekal penting bagi para pelajar SR Terintegrasi 18 Tuban untuk tumbuh lebih mandiri dan berkarakter. (*)
Editor : Amin Fauzie