RADARBONANG.ID – Dunia pendidikan dihebohkan dengan viralnya sebuah video yang memperlihatkan belatung muncul dari kotak menu MBG di SMKN 1 Tambakboyo, Tuban, pada Senin (14/7).
Video itu seolah menampar wajah pelayanan publik, hingga akhirnya sampai juga ke telinga lembaga pengawas negara: Ombudsman Jawa Timur.
Kepala Ombudsman RI Wilayah Jawa Timur, Agus Muttaqin, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (18/7), menyampaikan penyesalan atas kejadian yang seharusnya tak perlu terjadi ini.
Menurutnya, temuan tersebut menjadi perhatian serius pihaknya karena mengindikasikan adanya penyimpangan dalam pelayanan.
“Kasus ini mengindikasikan adanya maladministrasi berupa penyimpangan prosedur dan tidak patut terhadap pelayanan SPPG saat menyiapkan dan mendistribusikan menu MBG,” ujarnya.
Agus menegaskan, SPPG sebagai pelaksana program MBG harus segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Dia menyarankan agar perbaikan difokuskan pada penerapan standar pelayanan sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dalam distribusi Menu MBG.
Agar kejadian serupa tak terulang, Agus menyarankan penyusunan SOP higienitas dan kelayakan menu dari hulu ke hilir.
Hal ini penting sebagai bagian dari mitigasi risiko sebelum makanan dibagikan ke siswa penerima manfaat.
Tak hanya soal menu, Agus juga menyoroti absennya kanal pengaduan MBG baik di tingkat sekolah maupun SPPG kecamatan.
Menurutnya, keberadaan kanal pelaporan sangat krusial untuk merespons lebih cepat setiap keluhan.
“Kanal pelaporan sangat dibutuhkan, agar setiap ada ketidakberesan dalam program MBG tidak menunggu adanya video viral,” tegasnya.
Dia pun mengingatkan pentingnya pengelolaan pelaporan publik sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 76 Tahun 2013.
Peraturan tersebut menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan penanganan laporan yang efektif serta transparan.
“Semoga SPPG dan sekolah sebagai penerima manfaat bisa mematuhi sekaligus melaksanakan Perpres tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor : Amin Fauzie