Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Nasib Miris! SDN Prunggahankulon 9 Tuban Hanya Dapat Tiga Murid Baru di Tahun Ajaran 2025

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:15 WIB
Kegiatan MPLS di SDN Prunggahan Kulon 9 Tuban yang hanya mendapatkan tiga murid baru.
Kegiatan MPLS di SDN Prunggahan Kulon 9 Tuban yang hanya mendapatkan tiga murid baru.

RADARBONANG.ID – Di tengah semangat para orang tua yang berlomba memasukkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah unggulan, nasib berbeda justru dialami SDN Prunggahankulon 9 di Kecamatan Semanding, Tuban.

Pada tahun ajaran 2025–2026 ini, sekolah dasar yang berlokasi di Dusun Mojokopek, Desa Prunggahankulon itu hanya mendapat tiga siswa baru.

Letak sekolah yang terpencil, berada di atas perbukitan dan dikelilingi ladang jagung, membuat suasananya sunyi dan jauh dari keramaian.

Tak seperti suasana ramai dan meriah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah lain, MPLS di SDN Prunggahankulon 9 justru terasa seperti kelas privat.

Plt Kepala SDN Prunggahankulon 9, Achmad Sugiantoro, menjelaskan bahwa meski hanya diikuti tiga siswa, MPLS tetap dilaksanakan selama lima hari sesuai aturan yang berlaku.

"Meski kegiatannya tidak sebanyak sekolah lain dengan jumlah murid puluhan, kami tetap menjadwalkan rangkaian kegiatan selama MPLS ini. Kegiatan disesuaikan dengan kondisi siswa kami, tidak mungkin bisa melakukan kegiatan berkelompok jika siswa barunya saja hanya tiga anak," ujar Sugiantoro kepada Jawa Pos Radar Bonang.

Selain tiga murid yang terdaftar resmi dalam data pokok pendidikan (Dapodik), ada dua anak lain yang dititipkan sementara sembari menunggu usia cukup untuk masuk sekolah.

Kondisi kekurangan siswa di SDN Prunggahankulon 9 bukan hal baru.

Bahkan dari kelas 1 hingga 6, jumlah total siswanya hanya 31 orang.

Menurut Sugiantoro, meski ada permukiman di sekitar sekolah, jumlah anak usia sekolah masih sangat sedikit.

Ironisnya, tiga siswa baru tahun ini justru berasal dari desa tetangga.

Faktor geografis pun menjadi kendala. Sekolah ini berada di wilayah perbukitan, dekat ladang, dan jauh dari pemukiman padat.

“Meski dibilang sedikit mendekati kota, tapi sekolah ini letaknya di perbukitan dan dekat ladang. Permukiman pun tidak terlalu padat seperti di lokasi sekolah lainnya, sehingga tidak heran jika siswanya sedikit. Tapi alhamdulillah sedikit demi sedikit orang tua mulai mau mendorong anak-anak mereka untuk bersekolah meski jaraknya antardesa,” terang Sugiantoro, yang baru menjabat tiga bulan terakhir.

Sementara itu, Salsabila, salah satu siswa baru yang mengikuti MPLS, mengaku senang memulai sekolah meski hanya punya dua teman seangkatan.

“Senang bisa sekolah dan punya teman baru, tadi berangkat diantar ibu,” katanya malu-malu. (*)

Editor : Amin Fauzie
#SDN Prunggahankulon 9 #mpls #Achmad Sugiantoro #Semanding #tahun ajaran 2025 2026 #hanya mendapat tiga siswa baru #tuban