Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kunjungan Wisata di Tuban Semester Pertama 2025 Turun, Ini Penyebabnya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 17 Juli 2025 | 02:15 WIB
Goa Akbar, salah satu wisata andalan di Tuban. Berbagai agenda promosi, perbaikan infrastruktur, dan kolaborasi terus dipacu agar destinasi wisata di Tuban ramai dikunjungi.
Goa Akbar, salah satu wisata andalan di Tuban. Berbagai agenda promosi, perbaikan infrastruktur, dan kolaborasi terus dipacu agar destinasi wisata di Tuban ramai dikunjungi.

RADARBONANG.ID – Sektor pariwisata di Kabupaten Tuban kembali menghadapi tantangan.

Selama enam bulan pertama tahun 2025, jumlah wisatawan yang mengunjungi Bumi Wali mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data resmi dari Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban menunjukkan bahwa dari 32 destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai penjuru kota, tercatat sebanyak 2.786.555 kunjungan wisatawan terjadi selama Januari hingga Juni 2025.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 122.967 wisatawan dari tahun lalu yang mencapai 2.909.522 kunjungan.

Kepala Disbudporapar Tuban, Mohammad Emawan Putra, menyebut bahwa tren penurunan ini sebenarnya tidak terlalu mencolok.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu memang ada penurunan, tapi tidak terlalu signifikan," ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bonang.

Menurut Emawan, penyebab utama menurunnya angka kunjungan wisata adalah faktor ekonomi yang sedang lesu.

Dia menjelaskan bahwa menurunnya daya beli masyarakat secara nasional turut memengaruhi keputusan orang untuk berlibur.

"Pada situasi seperti ini, orang-orang cenderung mengutamakan kebutuhan pokok daripada jalan-jalan ataupun liburan. Apalagi, harga kebutuhan pokok, bahan bakar, dan lain sebagainya juga naik," ungkapnya.

Tak hanya soal ekonomi, faktor cuaca juga jadi alasan utama masyarakat menahan diri untuk bepergian.

Cuaca yang tak menentu, terutama intensitas hujan yang masih cukup tinggi sejak Januari hingga pertengahan tahun, membuat minat berwisata ikut menurun.

"Dari Januari hingga Juni masih sering hujan, sehingga banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk berwisata," pungkas Emawan.

Dengan kondisi tersebut, Disbudporapar berharap semester kedua 2025 bisa menjadi momentum kebangkitan sektor wisata di Tuban.

Berbagai agenda promosi, perbaikan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor terus dipacu agar destinasi wisata di Kota Legen kembali ramai dikunjungi. (*)

Editor : Amin Fauzie
#angka kunjungan wisata #wisatawan #sektor pariwisata #Disbudporapar #tuban