RADARBONANG.ID – Tragedi memilukan kembali terjadi di jalur nasional Tuban-Widang, yang memang dikenal rawan kecelakaan.
Dua gadis muda asal Lamongan meregang nyawa di tempat kejadian setelah motor yang mereka kendarai bertabrakan keras dengan bus pariwisata.
Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat pagi (27/6) di Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, sekitar pukul 09.30 WIB.
Dua korban yang masih berstatus pelajar SMA, yakni Dewi Masithoh Indrayati (16) asal Kecamatan Turi dan Asasun Najahatil Abadiyah (16) asal Kecamatan Sarirejo, sama-sama kehilangan nyawa di lokasi akibat benturan hebat.
Menurut Abi Susilo (26), warga sekitar sekaligus saksi mata, saat itu motor korban melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi.
Di saat bersamaan, sebuah bus pariwisata juga datang dari arah berlawanan dan berniat menyalip truk di depannya.
“Motor korban juga hendak menyalip sepeda motor di depannya, tapi masih di lajur aman dan tidak melewati marka jalan,” jelas Abi.
“Sementara, bus justru nekat menyalip dan mengambil jalur berlawanan dengan melibas marka jalan.”
Akhirnya, tabrakan pun tak terelakkan. Motor korban terserempet bagian depan bus dan membuat keduanya terpental hingga tewas seketika di tempat.
Jalur nasional Tuban-Widang memang kerap dijuluki sebagai jalur tengkorak, mengingat seringnya kecelakaan maut terjadi di sana.
Minimnya rambu pengingat, padatnya kendaraan berat, serta pengemudi ugal-ugalan kerap menjadi penyebab utama.
Warga setempat mendesak pihak berwenang untuk segera menindak tegas sopir-sopir yang nekat melanggar aturan di jalur ini.
“Kalau dibiarkan begini terus, korban jiwa akan terus berjatuhan,” tegas salah satu warga. (*)
Editor : Amin Fauzie