Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Krisis Psikolog Klinis di Tuban! Konselor Relawan Jadi Garda Terdepan Jaga Kesehatan Mental Warga

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 26 Juni 2025 | 02:25 WIB
Tuban krisis tenaga psikolog klinis di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, hingga lonjakan Orang Dengan Gangguan Jiwa. Foto adalah ilustrasi.
Tuban krisis tenaga psikolog klinis di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, hingga lonjakan Orang Dengan Gangguan Jiwa. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, hingga lonjakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Kabupaten Tuban justru mengalami krisis tenaga psikolog klinis.

Ironisnya, saat kebutuhan akan pendamping profesional di bidang kesehatan mental semakin mendesak, Dinsos P3APMD Tuban justru harus bergantung pada konselor relawan non-psikologi.

“Sejauh ini, kami belum punya psikolog klinis tetap di dinas,” ungkap Kepala Dinsos P3APMD Tuban, Sugeng Purnomo.

Sugeng menjelaskan, Dinsos Tuban mengandalkan dua sarjana psikologi untuk melakukan asesmen awal dan pendampingan ringan.

Jika korban menunjukkan trauma berat, barulah dirujuk ke psikolog profesional rekanan yang telah menjalin kerja sama dengan pihak dinas.

Selain itu, terdapat 30 konselor relawan yang telah dibekali pelatihan dasar sosial dan psikologis, meskipun hanya 18 orang yang aktif hingga kini.

“Mereka bukan dari latar belakang psikologi, tapi punya kepedulian tinggi. Kami beri pelatihan agar mampu mendampingi korban secara emosional di fase awal,” ujar Sugeng.

Dinsos P3APMD Tuban sejatinya telah mengajukan formasi khusus untuk psikolog klinis ke pemerintah pusat dan kementerian terkait. Namun hingga kini, belum ada respons yang menggembirakan.

“Idealnya satu atau dua psikolog klinis tetap. Tapi sementara ini, kerja sama dengan pihak luar cukup membantu,” terang pejabat alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu.

Situasi ini semakin mengkhawatirkan mengingat lonjakan kasus kekerasan dan ODGJ terlantar di Tuban dalam beberapa tahun terakhir.

Kekosongan posisi psikolog berisiko membuat pendampingan korban tidak maksimal, apalagi jika trauma yang dialami tergolong berat. (*)

Fakta Krisis Psikolog di Tuban

Editor : Amin Fauzie
#asesmen #bidang kesehatan mental #Dinsos P3APMD Tuban #kasus kekerasan #tenaga psikolog klinis