RADARBONANG.ID – Akses tol strategis yang menghubungkan Kabupaten Tuban dengan Demak, Jawa Tengah, hingga kini masih belum jelas kelanjutannya.
Proyek Jalan Tol Demak–Tuban yang digadang-gadang sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan utara Jawa Timur, nyatanya masih terhambat di tahap perencanaan.
Penyebabnya klasik, belum ada investor yang bersedia menanamkan dana.
Padahal, jalan tol ini tidak sekadar proyek infrastruktur biasa.
Jalur sepanjang 53,8 kilometer itu akan melintasi 35 desa di 5 kecamatan, dan digadang menjadi jalur vital distribusi barang, logistik, serta konektivitas kawasan industri lintas provinsi.
Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin, menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan lobi langsung ke Dinas PU Bina Marga Jatim dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, namun hasilnya masih nihil.
Jawaban yang diterima pun masih menggantung dan tidak membawa kepastian.
“Dari pusat maupun provinsi belum bisa kasih kepastian. Katanya masih tunggu investor,” tegas Ratmin kepada Radar Bonang.
Di sisi lain, proyek Tol Gresik–Tuban justru menunjukkan progres lebih nyata.
Jalan tol yang akan melintasi enam desa di Kecamatan Plumpang itu kini sudah memasuki tahapan awal pelaksanaan.
Padahal panjang jalurnya di Tuban hanya sekitar 2–3 km saja.
Strategis Tapi Mandek: Potensi Besar yang Terancam Tak Terealisasi
Menurut catatan Jawa Pos Radar Tuban, Tol Demak–Tuban merupakan bagian dari konektivitas utama Pantura Jawa.
Proyek ini akan melintasi Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Kerek, Merakurak, dan Semanding.
Jika terealisasi, tol ini akan Memotong waktu tempuh distribusi logistik ke Jawa Tengah, Mengintegrasikan kawasan industri pesisir, dan menjadi urat nadi baru perekonomian Tuban.
Namun, tanpa kejelasan pendanaan dan investor, proyek yang telah beberapa kali uji publik oleh Kementerian PUPR itu masih belum bergerak dari meja perencanaan.
DPRD Tuban mendesak agar pemerintah pusat segera membuka kran investasi dan mempercepat legalitas trase serta proses pembebasan lahan.
Sebab jika terus tertunda, hal ini bisa berdampak pada keterlambatan pertumbuhan industri dan investasi masuk ke wilayah Tuban.
“Kita tidak bisa menunggu tanpa kepastian. Ini menyangkut masa depan ekonomi Tuban,” tandas politisi Partai Golkar itu. (*)
Fakta Singkat Tol Demak–Tuban
- Panjang: ±53,8 km
- Wilayah: Melintasi 5 kecamatan, 35 desa
- Status: Menunggu investor
- Dampak: Meningkatkan konektivitas industri, mempersingkat waktu tempuh ke Jawa Tengah