RADARBONANG- Kalau ngomongin Tuban, pasti nggak cuma soal pantai atau kuliner khasnya yang bikin nagih, tapi juga sejarah panjang yang mewarnai identitasnya. Dulu, Tuban adalah pelabuhan penting di era Majapahit.
Enggak heran kalau kota ini disebut-sebut sebagai Bumi Ronggolawe, merujuk pada sosok Ronggolawe yang punya peran strategis dalam sejarah kerajaan besar itu.
Di zaman Majapahit, Tuban bukan cuma tempat singgah kapal-kapal dagang, tapi juga jadi pusat perdagangan yang ramai. Kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia mampir ke sini, menjadikan Tuban sebagai gerbang utama dalam arus perdagangan regional.
Nah, bukan cuma soal ekonomi, Tuban juga punya peran penting dalam penyebaran agama Islam. Melalui jejak Wali Songo, kota ini pernah dijuluki sebagai Kota Wali, bukti nyata betapa sejarah keislaman di Tuban udah mengakar sejak lama.
Tuban memang dikenal dengan banyak julukan yang unik. Selain Kota Wali, ada juga sebutan Kota Tuak, Bumi Ronggolawe, Kota Seribu Goa, bahkan The Mid-East of Java.
Setiap julukan itu ngasih warna tersendiri tentang kekayaan budaya dan sejarah kota ini. Misalnya, julukan Bumi Ronggolawe mengingatkan kita pada tokoh legendaris yang pernah berkontribusi dalam menyatukan kekuatan Majapahit, sementara Kota Seribu Goa menunjukkan betapa alam dan kepercayaan lokal hidup berdampingan harmonis di sini.
Sejarah Tuban juga nggak lepas dari pengaruh Kerajaan Jenggala. Kerajaan ini merupakan pecahan dari Kerajaan Kahuripan yang pernah berjaya, dipimpin oleh Raja Sri Mapanji Garasakan.
Dalam Prasasti Kambang Putih yang bertanda tahun 1050 M, Raja Sri Mapanji Garasakan sendiri menyatakan bahwa Kambang Putih adalah kota pelabuhan sekaligus pusat perniagaan.
Nah, Kambang Putih inilah yang konon katanya jadi cikal bakal Tuban. Jadi, bisa dibilang, akar sejarah Tuban sudah tertanam sejak abad pertengahan, menjadikan kota ini saksi bisu perjalanan peradaban di Tanah Jawa.
Lebih lanjut, dalam naskah kuno Serat Pararaton, nama Tuban mulai muncul sebagai kota pelabuhan strategis.
Disebut sebagai tempat keberangkatan tentara Kerajaan Singasari ke Melayu pada tahun 1275 M, Tuban membuktikan bahwa posisi geografis dan strategisnya selalu menjadi kunci dalam perjalanan sejarah politik dan militer di Jawa.
Dari pelabuhan dagang yang sibuk, pusat penyebaran agama, hingga peran penting dalam peperangan, Tuban menyimpan sejuta cerita.
Sejarahnya yang kompleks dan penuh dinamika nggak cuma jadi bahan pelajaran, tapi juga bukti nyata bahwa kota ini pernah menjadi jantung peradaban di era kejayaan Majapahit.
Jadi, kalau lagi liburan atau sekadar pengen tahu cerita masa lalu, Tuban siap menyuguhkan kisah-kisah yang selalu bikin penasaran. Selamat menyelami sejarah, sobat! (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni