RADARBONANG.ID - Gunung Panggung di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, sebenarnya menyimpan potensi wisata yang luar biasa.
Lokasinya yang strategis, udara yang sejuk, serta pemandangan yang memukau seakan memberi jaminan bahwa tempat ini bisa menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.
Dalam bayangan penulis, Gunung Panggung bisa menjadi semacam Tuban Hills—sebuah kawasan wisata yang tak hanya menarik bagi warga lokal, tetapi juga bagi wisatawan luar yang mencari kedamaian alam.
Bayangkan, jika Gunung Panggung diubah menjadi taman wisata hijau.
Pengunjung bisa menikmati udara segar sambil bersantai, piknik, atau bahkan bersepeda mengelilingi area yang asri.
Ditambah dengan pemandangan alam yang memanjakan mata, siapa yang bisa menolak untuk berfoto di sana?
Tentu saja, hal ini bisa memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari segi pelestarian lingkungan maupun peningkatan ekonomi bagi warga sekitar.
Usaha kecil seperti warung makan, penyedia jasa parkir, hingga penyewaan sepeda akan berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, dan tentu saja meningkatkan pendapatan daerah.
Namun, sayangnya, mimpi tersebut masih jauh dari kenyataan.
Gunung Panggung kini berfungsi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Setiap hari, timbunan sampah terus bertambah di kawasan ini.
Salah satu masalah utama adalah stabilitas tanah di Gunung Panggung.
Tanah di kawasan ini, meski terlihat kokoh, ternyata tidak sepenuhnya stabil.
Dengan terus bertambahnya beban sampah, risiko longsor menjadi ancaman nyata yang bisa membahayakan keselamatan warga sekitar.
Tak hanya itu, ada juga masalah lain yang tak kalah mengkhawatirkan, yaitu air lindi.
Air lindi adalah cairan yang berasal dari sampah yang dapat mencemari sumber mata air di sekitar Gunung Panggung.
Meski Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di sana sudah dilengkapi dengan bioaktifator untuk mengurangi bau dan mengubah air lindi menjadi pupuk cair, risikonya tetap ada.
Kebocoran air lindi yang mencemari tanah dan air di sekitar area tersebut tetap menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan warga.
Hal ini tentu membuat warga sekitar merasa cemas dan khawatir akan dampak jangka panjang yang bisa ditimbulkan.
Pernahkah kamu membayangkan seperti apa jika Gunung Panggung benar-benar menjadi taman wisata yang hijau?
Pemandangan yang luar biasa, udara segar, dan suasana yang menenangkan bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Sayang sekali jika potensi besar ini terus terpendam karena permasalahan sampah yang tak kunjung selesai.
Harapannya, ada perubahan yang lebih baik untuk Gunung Panggung.
Semoga ada solusi yang tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga bisa mengubah kawasan ini menjadi tempat yang bisa dinikmati oleh semua orang.
Keindahan alam dan potensi wisata yang dimilikinya layak untuk diselamatkan demi kebaikan bersama—baik bagi lingkungan maupun ekonomi warga sekitar.
Kita semua bisa berperan dalam menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam ini dengan bijak, supaya keindahannya tak hanya menjadi mimpi, tetapi bisa diwujudkan untuk masa depan yang lebih baik. (*)
Editor : Amin Fauzie