RADARTUBAN – Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) 2025 masih Mei tahun depan. Namun, seluruh CJH mulai diminta untuk menjalani tes kesehatan.
Itu dilakukan untuk memastikan calon jemaah dalam kondisi fisik dan mental yang cukup kuat untuk menjalani rangkaian rukun Islam kelima tersebut.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Moh Anshori mengatakan, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Artinya, jika jemaah tidak memenuhi syarat istitaah (sehat fisik dan mental), maka tidak perlu melakukan pelunasan.
‘’Jadi, status istitaah ini merupakan syarat sebelum melakukan pelunasan biaya haji,’’ jelasnya.
Disampaikan Anshori, tes kesehatan bisa dilakukan dengan mendatangi fasilitas kesehatan di masing-masing kecamatan. ‘’Sudah dimulai sejak minggu lalu,’’ ujarnya.
Jika hasil tesnya dinyatakan istitaah, maka yang bersangkutan tinggal melakukan pelunasan. Dan sebaliknya, jika dinyatakan tidak istitaah, maka tidak perlu melakukan pelunasan atau nanti bisa melakukan tes kesehatan lagi. Sebab, sangat mungkin dalam tes lanjutan memenuhi syarat istitaah.
‘’Jadi, masih ada kesempatan untuk melakukan tes ulang,’’ terang dia. Apakah sudah ada jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitaah? Disampaikan Anshori, sejauh ini belum ada laporan yang masuk di mejanya, sehingga belum bisa memastikan.
Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Tuban Syahrul Afifa Ratna Sari mengatakan, saat ini Puskesmas masih berproses untuk melakukan tes kesehatan haji.
‘’Jadi, belum bisa diketahui apakah ada yang sudah memenuhi istitaah atau belum,’’ ujarnya.
Disampaikan Ratna, jika hasil pemeriksaan ternyata belum memenuhi syarat istitaah, pihaknya masih memberikan kesempatan untuk berobat sampai kondisinya membaik.
‘’Selanjutnya, akan diperiksa lagi untuk menentukan istitaah atau tidak,’’ tuturnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama