Sedekah Laut, Tradisi Leluhur Masyarakat Pesisir Tuban yang Tak Lekang oleh Zaman

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 08:56 WIB
Prosesi larung sesaji tradi Sedekah Laut di Kelurahan Sidomulyo Tuban
Prosesi larung sesaji tradi Sedekah Laut di Kelurahan Sidomulyo Tuban

RADARBONANG.ID - Di tengah gempuran teknologi dan modernisasi, tradisi Sedekah Laut masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Tuban.

Warisan budaya yang terus dijaga secara turun-temurun ini menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak serta-merta menghapus kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan warga.

Bagi masyarakat pesisir Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, Sedekah Laut bukan sekadar ritual adat atau agenda tahunan.

Baca Juga: Batik Gedog Tuban Punya Ciri Khas Berbeda, dari Tekstur Mori Gedog, Motif Alam hingga Warna Tradisio

Tradisi ini menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai leluhur, mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut, sekaligus mempererat kebersamaan antarnelayan dan warga.

Ketua Komunitas Peduli Nelayan Nusantara (KOPEN) Ahmad Husnul Abidin mengatakan, pelestarian Sedekah Laut merupakan salah satu cara masyarakat menjaga identitas budaya pesisir agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Tujuan kami menggelar kegiatan rutin ini adalah sebagai bagian dari rasa syukur dan uri-uri budaya masyarakat pesisir. Kami memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa lewat hasil laut, semoga teman-teman nelayan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan rezeki yang melimpah,” ujar Ahmad saat diwawancarai.

Sedekah Laut, Warisan Leluhur yang Sarat Makna

Tradisi Sedekah Laut memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kemeriahan pesta rakyat.

Prosesi melarung sesaji menjadi simbol ungkapan syukur sekaligus bentuk penghormatan masyarakat terhadap laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Ahmad menjelaskan, larung sesaji dimaknai sebagai simbol pemberian kembali sebagian rezeki yang diperoleh dari laut.

Tradisi tersebut juga menjadi pengingat akan hubungan erat antara manusia dan alam yang perlu dijaga.

Dalam kalender tradisi masyarakat Jawa, Sedekah Laut dapat dilaksanakan pada bulan Besar dan Sapar, maupun saat Maulud. Waktu pelaksanaannya menyesuaikan kesepakatan dan kebiasaan masyarakat setempat.

Di Sidomulyo, tradisi ini juga menjadi bagian dari perayaan yang mempertemukan unsur budaya dan kehidupan sosial masyarakat.

Kirab, pesta rakyat, hingga prosesi melarung menjadi rangkaian yang menjaga keterlibatan warga dari berbagai kalangan.

Keberlanjutan tradisi tersebut memperlihatkan bahwa budaya lokal tidak hanya bertahan karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena terus dipraktikkan dan dirasakan manfaat sosialnya oleh masyarakat.

Ahmad berharap pelestarian budaya tersebut juga mendapat dukungan lebih luas.

Kebersamaan Jadi Kunci Tradisi Tetap Lestari

Kuatnya ikatan masyarakat dengan Sedekah Laut terlihat dari keterlibatan warga yang terus menjaga tradisi tersebut dari generasi ke generasi.

Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan bagian dari kehidupan yang membentuk rasa kebersamaan dan identitas sebagai masyarakat pesisir.

Suwandi mengungkapkan, bahwa Sedekah Laut telah dikenal masyarakat bahkan sebelum dirinya lahir.

Tradisi tersebut menjadi momen untuk mensyukuri hasil laut sekaligus mempertemukan warga dalam suasana guyub dan rukun.

“Ya ini sudah tradisi turun-temurun, bahkan sebelum saya lahir tradisi ini sudah ada. Puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia limpahan rahmat dengan hasil laut ini. Akhirnya masyarakat bisa berkumpul, guyub, dan rukun untuk mengadakan sedekah laut ini,” tutur Suwandi.

Keberadaan Sedekah Laut di Sidomulyo menjadi gambaran bagaimana masyarakat pesisir Tuban tetap merawat warisan leluhur di tengah modernisasi.

Tradisi ini bukan hanya tentang menjaga ritual, melainkan juga mempertahankan rasa syukur, identitas budaya, dan semangat kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Bonang
simbol ungkapan syukur kearifan lokal tradisi sedekah laut tuban