RADARBONANG.ID- Pemandangan luar biasa yang memanjakan mata selalu tersaji di daratan Vietnam ketika memasuki pertengahan tahun, khususnya sekitar bulan Mei hingga Juli.
Setiap tahunnya, ada satu momen ikonik di mana jalanan di beberapa wilayah utara negara tersebut berubah warna menjadi hamparan merah menyala yang sangat kontras.
Fenomena menakjubkan ini bukanlah bagian dari festival seni atau perayaan budaya buatan, melainkan sebuah dampak visual alami dari puncak musim panen raya buah leci yang sangat melimpah ruah di kawasan perkebunan lokal.
Salah satu pusat produksi terbesar yang menjadi motor utama fenomena ini berada di distrik Luc Ngan, provinsi Bac Giang.
Baca Juga: Indonesia Finis di Bawah Vietnam dan Malaysia, Ini Klasemen Akhir Piala AFF U-17
Selama musim panen berlangsung, ribuan petani dari pelosok desa akan turun ke jalan raya sejak fajar menyingsing menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi.
Di bagian belakang kendaraan mereka, terikat keranjang-keranjang anyaman bambu berukuran raksasa yang diisi penuh oleh ikatan buah leci segar berwarna merah merona.
Karena jumlah petani yang bertransaksi menuju pasar penampungan mencapai ribuan orang secara bersamaan, arus lalu lintas di jalanan utama praktis dipadati oleh lautan warna merah dari kulit buah eksotis tersebut.
Kualitas leci asal Vietnam, terutama jenis kainều, dikenal di pasar internasional memiliki daging buah yang tebal, aroma wangi yang pekat, serta rasa manis yang sangat legit.
Selain melayani permintaan pasar domestik yang melonjak tajam, jutaan ton buah leci dari Bac Giang ini diekspor secara masif ke berbagai negara tetangga, termasuk Tiongkok, Jepang, hingga ke kawasan Eropa.
Bagi para pelancong dan fotografer dunia, momen merona merahnya jalanan Vietnam ini menjadi salah satu daya tarik wisata agrikultur paling diburu karena menyajikan estetika visual yang tidak dapat ditemukan di belahan bumi mana pun. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni