RADARBONANG.ID - Pergantian tahun merupakan sebuah momentum yang wajib dirayakan bagi sebagian besar masyarakat di dunia, karena tahun baru dianggap sebagai representasi dari harapan baru dalam melangkah ke depan, disisi lain ternyata ada juga beberapa negara di kancah global yang tidak menjadikan tahun baru Masehi sebagai perayaan utama mereka.
Alasan beragam muncul di balik perbedaan tersebut, mulai dari faktor keyakinan agama, warisan tradisi sejarah, hingga keterkaitannya dengan siklus kalender pertanian.
Dibawah ini adalah deretan negara yang memiliki tradisi tahun baru tersendiri:
1. China
Negara yang memiliki julukan Tirai Bambu ini mempunyai sistem penanggalan sendiri yang mana perayaan tahun barunya berpatokan pada kalender lunar, kalender tradisional masyarakat China adalah sistem lunisolar yang telah diwariskan sejak masa Dinasti Han.
Sistem ini secara kompleks menggabungkan pergerakan matahari, siklus bulan, serta berbagai siklus alam lainnya untuk kepentingan sosial maupun panduan dalam aktivitas pertanian.
Tahun Baru China atau biasa dikenal dengan Imlek biasanya jatuh di antara akhir bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari, tergantung pada posisi kalender lunar tahun tersebut.
Perayaan tersebut disambut dengan penuh kegembiraan melalui berbagai tradisi seperti ajang reuni keluarga besar, perjamuan makan, pertunjukan tarian naga dan barongsai, serta tradisi berbagi angpao berisi uang sebagai simbol keberuntungan, festival tersebut dilangsungkan dengan durasi cukup lama, yaitu selama 15 hari, dan ditutup dengan perayaan Festival Lampion.
2. Vietnam
Di Vietnam, momen tahun baru dikenal dengan sebutan Tết, perayaan tersebut digelar untuk menyambut datangnya musim semi berdasarkan sistem penanggalan Vietnam yang biasanya jatuh pada bulan Januari atau Februari dalam kalender Masehi (Gregorian).
Meskipun secara harfiah kata "Tết" hanya berarti festival, masyarakat luas mengartikannya sebagai Tahun Baru Imlek versi Vietnam karena dianggap sebagai perayaan yang paling krusial bagi warga Vietnam maupun mereka yang tinggal di perantauan, pelaksanaan festival tersebut juga bertepatan dengan perayaan Festival Musim Semi di China.
3. Thailand
Negeri yang dijuluki Gajah Putih juga memiliki tradisi tahun baru tersendiri yang disebut dengan Songkran, Songkran ditetapkan sebagai hari libur nasional, secara resmi, Songkran jatuh pada tanggal 13 April setiap tahunnya, namun durasi liburannya sering kali diperpanjang hingga lebih dari satu minggu demi memberikan kesempatan bagi warga untuk pulang ke kampung halaman.
Songkran sangat identik dengan tradisi penyemprotan air yang memiliki makna simbolis sebagai ritual penyucian diri, selama periodenya, masyarakat Thailand akan mengunjungi kuil-kuil untuk beribadah, melakukan pembersihan pada patung-patung Buddha, serta berkumpul bersama sanak saudara untuk merayakan kebersamaan.
4. Negara-Negara Islam
Beberapa negara dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti negara Arab Saudi dan Pakistan, lebih mengutamakan perayaan Tahun Baru Islam atau Hijriah, momentum tersebut diperingati untuk mengenang peristiwa bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah.
Perayaan yang dilakukan tersebut jatuh pada tanggal satu di bulan Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan Islam, berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya yang meriah dengan pesta, masyarakat mayoritas muslim biasanya mengisi tahun baru hijriah tersebut dengan kegiatan keagamaan seperti doa bersama dan refleksi diri atas perbuatan di tahun sebelumnya.
Editor : Muhammad Azlan Syah